Disnakertrans Tanjabtim Tak Berwenang Menindak Perusahaan yang Melanggar UU Ketenagakerjaan

67
Mariontoni, Kadis Nakertrans Tanjab Timur./foto- yudi

Muara Sabak,Fakta.Co- Para pemuda yang berdomisili Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjabtim sebanyak 17orang, yang bekerja di PT.Bina Sarana Putera( BSP) merasa kecewa karena diberhentikan tanpa alasan yang jelas atau sepihak, dengan alasan Perusahaan masa pengurangan tenaga kerja.

Namun yang lebih membuat kecewa para pemuda, perusahaan lebih mengutamakan tenaga kerja luar daerah. Sehingga Para Pemuda hari ini selasa 01/10/2019 mendatangi kantor Dinas ketenaga kerja (Nakertrans)Tanjabtim untuk mempertanyakan serta meminta untuk di mediasi kan ke Perusahaan BSP.

Berdasar kontrak perjanjian kerja yang di buat perusahaan BSP sebagai pihak pertama, yang tertulis di kertas, bahwa pihak kedua pekerja bersedia menjalankam atur-aturan yang di buat Perusahaan dan bertanda tangan.

Dalam surat kontrak kerja juga tertuang selesai kontrak kerja/proyek karyawan tidak mendapatkan uang terima kasih atau pesangon. Dalam surat kontrak kerja yang di tanda tangani pihak pertama PT.BSP dan pihak kedua pekerja, namun di surat perjanjian Perusahaan tidak melampirkan materai dan stempel perusahaan terkesan surat kesepakatan kerja yang di buat bodong.

Kepala Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Tanjabtim mengakui bahwa untuk saat ini tidak bisa melakukan penindakan terhadap perusahaan yang melakukan pelanggaran UU Ketenaga kerjaan, dikarenakan  tidak punya kewenangan.

“Kami hanya sebagai pemediasi jika terjadi permasalahan antara pekerja dan perusahaan,’ ungkap kadis.

Saat di tanyai para awak media terkait perusahaan yang menggunakan jasa tenaga kerja, adakah perusahaan yang beroperasi di Tanjabtim, mengantarkan surat pemberitahuan ke DisNakertrans termasuk salah satu nya PT.BSP ini ?

” Sejauh ini rasanya tidak ada surat masuk dari perusahaan apalagi untuk memberitahukan,”kata Mariontoni.

Kadis menambahkan, Memang ada beberapa perusahaan subkon di PetroChina yang melaporkan ke DinasNakertrans,

“Kedepan kita coba meminta pihak PT. PetroChina melalui Humasnya, agar dapat saling kerjasama terkait tenaga kerja.,”ujar dia.

Kedepan Mariontoni berharap perusahaan PetroChina lebih mengutamakan tenaga kerja lokal sesuai skill yang di butuhkan. Selanjutnya pihaknya ambil jalan mediasi dulu dengan pihak perusahaan dengan. ”ungkap Romi(Ayudi)

LEAVE A REPLY