UGD 1 Channel, Kanal Youtube yang Sukses Membongkar Modus Penipuan Qnet di Jambi

815
Kanal Youtube UGD 1 Channel yang fokus mengangkat kasus modus penipuan lowongan kerja/Youtube

Fakta.co, Kota Jambi – Kebanyakan dari Anda ketika mendengar kata Multi Level Marketing atau yang lebih dikenal dengan singkatan MLM mungkin akan merasa risih. Dikutip dari Wikipedia, MLM merupakan strategi pemasaran di mana tenaga penjual tidak hanya mendapatkan kompensasi atas penjualan yang mereka hasilkan, tetapi juga atas hasil penjualan sales lain yang mereka rekrut. Tenaga penjual yang direkrut tersebut dikenal dengan anggota “downline”.

Sekilas memang tidak ada yang salah dari konsep MLM, namun ulah para oknum anggota perusahaan MLM lah yang acap kali membuat resah masyarakat dalam proses merekrut anggota baru.

Sebut saja PT. Amoeba Internasional yang berafiliasi dengan PT. Qnet Internasional, belakangan ini berhasil menyita perhatian masyarakat Indonesia, khususnya kota Jambi berkat ulah oknum nya yang melakukan penipuan bermodus lowangan pekerjaan. Pada praktiknya, para oknum Qnet menyebarluaskan informasi melalui media sosial tentang sebuah lowongan pekerjaan yang mengatasnamakan sebuah perusahaan lain, namun pada saat calon korban telah tertarik untuk mengikuti seleksi, justru diajak untuk bergabung ke perusahaan mereka yakni PT. Amoeba Internasional atau PT. Qnet Internasional.

Hal tersebut dapat dibuktikan dengan banyak nya video yang beredar di jejaring sosial seperti Facebook, Youtube dan Instagram menampilkan para oknum Qnet dalam menjalankan praktik nya. Tak terkecuali yang dilakukan oleh seorang Youtuber asal Aceh berhasil membongkar dan mengangkat modus tersebut sehingga viral dan banyak diketahui oleh masyarakat.

Buni Amin, pria asal Aceh yang saat ini menetap di Kota Jambi merupakan sosok dibalik UGD 1 Channel, sebuah kanal Youtube yang sukses memberikan edukasi kepada masyarakat luas tentang modus penipuan lowongan kerja sekaligus memberangus modus tersebut dari kota Jambi.

Mendirikan kanal Youtube UGD 1 Channel bukanlah tanpa alasan. Kepada Fakta.co, Amin menuturkan bahwa inisiatif untuk mendirikan kanal Youtube tersebut berdasarkan pengalaman pribadinya yang juga pernah menjadi korban Qnet. “Jadi waktu itu bulan oktober 2017 lalu, saya melihat postingan Facebook yang menawarkan pekerjaan sebagai staff IT di perusahaan berskala nasional. Singkat cerita saya di suruh ke kota Jambi untuk langsung bekerja. Ya Saya percaya nya karena yang memberikan informasi tersebut sama-sama orang Aceh,” ujar Amin.

Tertipu Modus Lowongan Kerja

Setelah tiba di kota Jambi, Ia pun langsung bertemu dengan orang yang menjanjikan pekerjaan kepadanya. Berawal dari pertemuan itu lah kenyataan pahit harus diterima oleh Amin. Bukan mendapatkan pekerjaan impian, Ia justru di ajak ke sebuah rumah kontrakan kecil di kawasan Kota Baru. Di rumah kontrakan tersebut ternyata juga sudah banyak para calon korban yang telah dirayu dengan modus yang sama, yakni lowongan pekerjaan.

“Di dalam ruangan orang-orang udah pada ngumpul. Dalam hati saya udah ragu. Ini kantor atau apa. Kok hanya kontrakan kecil gini. Masak perusahaan besar merekrut karyawan di rumah kontrakan begini,” ucapnya.

Benar saja, apa yang dikhawatirkan Amin benar-benar terjadi. Para peserta disajikan sebuah materi presentasi yang menjelaskan sebuah produk untuk dipasarkan dengan sistem MLM. Para calon korban juga diminta untuk menyetorkan dana sebesar Rp. 8,5 juta untuk bergabung sebagai member Qnet dan mendapatkan paket produk kesehatan dari perusahaan mereka yang berbentuk menyerupai sebuah cermin pipih berbentuk lingkaran atau yang biasa mereka (member Qnet – red) sebut batu cakra. Dan nantinya setelah bergabung, para calon korban juga diwajibkan untuk melakukan perekrutan member baru agar bisa mendapat penghasilan.

Berawal dari rasa kecewa tersebut, Amin lantas menulis postingan yang berisi informasi untuk berhati-hati terhadap modus yang dijalankan oleh para oknum member Qnet ke seluruh grup lowongan kerja di jejaring sosial Facebook. Tenyata postingan Facebook yang berisikan pengalaman pribadi nya tersebut sukses mencuri perhatian warga Jambi. Hal itu dibuktikan dengan adanya warganet yang melaporkan kepada Amin bahwa ada kejadian serupa yang menimpa salah seorang warga yang berasal dari Bengkulu.

Tidak Sendiri, Ternyata Ada Remaja Lain yang Menjadi Korban Modus Lowongan Kerja

Bermodalkan informasi yang didapat dari warganet ini, Amin langsung mendatangi RH yang juga bernasib sama seperti dirinya. Di Jambi, RH menginap di masjid lantaran tidak memiliki seorang keluarga pun di Jambi. Amin pun langsung merekam dan mewawancarai RH menggunakan kamera video ponsel milik nya. RH menceritakan bahwa dirinya dijanjikan untuk bekerja di perusahaan Suzuki Jambi sebagai Montir. Namun setelah tiba di Jambi, RH justru mendapati hal yang sama seperti yang di alami oleh Amin.

Kesaksian RH kemudian diunggah oleh Amin ke akun Facebook pribadinya dan telah dibagikan lebih dari seribu kali oleh para warganet hanya dalam waktu kurang dari tujuh hari setelah diunggah.

Baca Juga: Dalam Merayu Calon Korbannya, Oknum Qnet Selalu Pamer Harta, Nyatanya…

Melihat adanya orag lain yang bernasib sama seperti dirinya, membuat Amin terus terpacu untuk mempersempit bahkan menghentikan gerakan para oknum Qnet ini agar tidak lagi adanya korban di kemudian hari. Ia pun mencoba menyatukan warga dan para korban Qnet untuk bersama-sama memberangus modus penipuan tersebut.

Membentuk Gerakan Qnet Hunter Hingga Tidak Digubris Oleh Pihak Terkait

Amin pun berhasil mengumpulkan para korban Qnet dan warga yang sudah merasa resah dengan adanya keberadaan oknum anggota Qnet di kota Jambi, mulai melakukan penyisiran dan pendataan tentang lokasi keberadaan para oknum member Qnet ini.

Keseriusan memberantas tindak penipuan yang dilakukan oleh oknum Qnet ditunjukan Amin bersama tim nya yang dijuluki Qnet Hunter dengan laporan yang disampaikan kepada pihak kepolisian hingga Depnakertrans provinsi Jambi. Namun pria yang lahir pada tanggal 11 Mei 1990 ini sempat mandapat kendala dalam menunaikan niatnya untuk memberantas para member Qnet di Jambi. Laporan yang dibuat bersama timnya kepada kepolisian dan Depnakertrans Provinsi Jambi ternyata tidak digubris.

“Saya pernah bikin laporan di Polresta, waktu itu kalo tidak salah Kanit Reskrimnya yang ngomong kalau itu bukan penipuan, melainkan itu salah si korban sendiri kenapa mau dirayu oleh para member Qnet. Kemudian yang di Depnakertrans Provinsi Jambi juga demikian, malah kita disuruh langsung bikin laporan ke kementrian,” tuturnya.

Akun Youtube Sempat di Blokir

Mendapati hal demikian, tak membuat Amin bersama tim nya patah semangat. Ia pun berinisiatif untuk membuat sebuah kanal Youtube yang berisikan informasi tentang modus penipuan lowongan pekerjaan yang dilakukan oleh para oknum member Qnet.

Tenyata langkah nya sempat membuahkan hasil waktu itu, namun kembali mengalami hambatan ketika kanal Youtube yang baru dibangunnya diblokir oleh pihak Google selaku pemilik Youtube. Menurut Amin, kanal Youtube nya dibekukan karena sering dilaporkan secara serentak oleh para oknum member Qnet dan juga disaat itu banyak memuat konten yang terlalu sensitif dan tidak diedit terlebih dahulu sebelum diunggah.

Belajar dari pengalaman, Ia pun tak lantas patah semangat dan kembali mendirikan kanal Youtube yang saat ini eksis dan intens mengunggah informasi tentang modus yang dilancarkan oleh para oknum member Qnet.

Penamaan Kanal UGD 1 Channel

Penamaan kanal Youtube UGD 1 Channel merupakan singkatan yang di ambil Amin dari kata-kata yang biasa dilontarkan oleh para oknum member Qnet saat melakukan presentasi.

“Setiap kali melakukan presentasi, oknum Qnet ini selalu memotivasi paksa para calon korban nya untuk bergabung. Calon korban di gempur dengan kata-kata UGD,” terangnya.

Lebih lanjut, Amin menjelaskan bahwa ‘U’ merupakan singkatan dari Utang, ‘G’ adalah Gadai sedangkan D adalah Doll yang diambil dari bahasa jawa yang berarti jual. Artinya, para calon korban ditekankan untuk mendapatkan uang dengan cara apa pun seperti melakukan hutang kepada kerabat, menggadaikan hingga menjual harta benda yang dimiliki agar bisa melunasi administrasi di perusahaan PT. Qnet Internasional.

Hingga pada tanggal 30 Oktober 2018 lalu, Amin bersama tim nya benar-benar berhasil menuai kesuksesan dalam memberantas jaringan penipuan MLM berkedok lowongan kerja ini dengan ditandatanganinya pernyataan tertulis yang ditandatangani oleh para leader Qnet Jambi agar mereka tidak lagi beroperasi di Kota Jambi.

“Alhamdulillah untuk saat ini tidak ada lagi postingan lowongan kerja oknum-oknum Qnet Jambi di Facebook dan masyarakat kini juga sudah banyak yang teredukasi bahkan para korban Qnet yang merantau setelah melihat tayangan Youtube UGD 1 Channel mau pulang ke keluarganya,” tutup Amin.

LEAVE A REPLY