Pengalaman Samsedi, Ketua Bawaslu Tanjab Timur Saat Mendapat Ancaman dan Teror

230

Muarasabak, fakta.co – Ada pengalaman yang tak terlupakan Samsedi, Ketua Bawaslu Kabupaten Tanjab Timur saat mengalami ancaman dan teror. Resiko pekerjaan  yang di hadapi Samsedi sebagai ketua termasuk rentan dari ancaman dan teror.

“Beberapa kali saya mendapat teror dan ancaman fisik. Namun itu semua saya hadapi dengan tenang, Karena semua ini adalah resiko pekerjaan,”ujar Samsedi saat membuka perbincangan dengan fakta.co diruang kerjanya, Rabu, 10 Juli 2019.

Si pengancam, lanjut Samsedi, biasanya melponlalui ponselnya.Dalam ancaman si penelpon gelap itu, mengatakan dalam menjalan tugas pengawasannya di Pileg dan Pilpres kemarin agar Samsedi jangan terlalu keras.

“Waktu itu, kita berkoordinasi dengam Polres Tanjab Timur untuk melacak penelpon gelap itu. Ternyata setelah dilacak nomor hp peneror itu tidak diketahui. Sepertinya sudah di buang nomor hp yang menghubungi saya itu,”kata Samsedi,

Yang lebih ekstrim lagi, Samsedi berujar, dia pun pernah memdapat ancaman untuk dibunuh..”Saat itu, saya langsung melapor dan berkoordinasi dengan Polres Tanjab Timur. Pak Kapolres langsung bertindak dan memberi jaminan keselamatan saya,””tutur dia,

Namun, usai perhelatan Pileg dan Pilpres kemarin, ancaman dan teror yang ditujukan kepada dirinya tidak pernah lagi.

“Itulah resiko yang kita hadapi. Ada yang suka ada juga yang tidak suka dengan tugas yang kita jalani. Kami menjalankan sesuai dengan aturan dan perundangan yang telah ditetapkan,”pungkas Samsedi.(ono)

LEAVE A REPLY