Fachrori Harap Jasa Keuangan Jambi Terus Bertumbuh Sehat

29

Jakarta,fakta.co –  Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum mengharapkan pertumbuhan jasa keuangan mbi bisa terus meningkat, terus bertumbuh sehat di tahun 2019 dan tahun-tahun berikutnya, sejalan dengan tingkat pertumbuhan perekonomian yang stabil dan relatif rendahnya tingkat inflasi di Provinsi Jambi. Hal tersebut disampaikan Fachrori pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019, bertempat di Ballroom Hotel Riltz Carlton Jakarta, Jum’at (11/01) malam.

Pertemuan tahunan industri jasa keuangan yang dihadiri oleh Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) H.M Jusuf Kalla tersebut, mengambil tema “Kolaborasi Membangun Optimisme dan Akselerasi Pertumbuhan Berkelanjutan”.

Fachrori mengemukakan bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi tahun 2018 yang cukup baik dan relatif rendahnya laju inflasi merupahan hasil kerjasama dari semua pihak, dan tidak terlepas dari kerja keras dan kontribusi jasa keuangan. “Pertumbuhan perekonomian di Provinsi Jambi pada tahun 2018 bisa tumbuh dengan baik, begitu pula tingkat inflasi yang masih stabil. Semua itu, tidak terlepas dari pertumbuhan jasa keungan di Provinsi Jambi pada tahun 2018 menunjukkan tren yang positif,” tutur Fachrori.

“Untuk itu, saya mengharapkan pada tahun 2019 ini pertumbuhan jasa keuangan di Provinsi Jambi bisa terus tumbuh dan meningkat lebih baik lagi, sehingga pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi juga ikut meningkat,” sambung Fachrori.

Fachrori mengemukakan, industri jasa keuangan yang ada di Provinsi Jambi harus bisa berkontribusi terhadap produk-produk daerah dan lebih mengoptimalkan perkreditan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sehingga turut mempercepat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi.

“Saya juga mengharapkan industri jasa keuangan di Provinsi Jambi turut mempercepat pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi dengan berkontribusi terhadap produk daerah dan memberikan kredit kepada UMKM,” ujar Fachrori.

Wapres dalam sambutannya menyampaikan, industri jasa keuangan harus memberikan keseimbangan, diantaranya memberikan bunga kredit secara seimbang kepada pengusaha besar maupun pengusaha kecil.

“Pada masa lalu, bunga kredit bagi pengusaha besar lebih murah daripada pengusaha kecil, ini sangat tidak adil untuk bangsa, justru pengusaha kecil yang memberikan subsidi kepada pengusaha besar, untuk itu kita harus membantu pengusaha kecil agar menjadi kuat,” tutur Wapres.

Wapres mengemukakan, dengan memberikan kesempatan yang sama dan bunga yang lebih rendah kepada pengusaha kecil melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) akan mampu memberikan suatu keseimbangan dalam sistem keuangan nasional.

“Kita mengharapkan semua industri keuangan harus hati-hati bertindak yang adil dan benar, dimana dengan kebersamaan dapat menguntungkan industri maupun nasabahnya. Jangan menguntungkan industri tapi merugikan masyarakat atau menguntungkan masyarakat tapi merugikan industri,” terang Wapres.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso,SE.,MSc.,Ph.D, mengatakan, tren pertumbuhan perekonomian dan jasa keuangan yang positif masih akan terus berlanjut di tahun 2019 dengan prediksi, perekonomian akan mampu tumbuh sebesar 5,3 persen dan inflasi yang tetap terjaga di level 3,5 persen guna mendukung terciptanya iklim yang kondusif.

“Kami yakin, perekonomian dan sektor jasa keuangan di tahun 2019 akan berada dalam tren perbaikan, meskipun tantangan yang kita hadapi pada tahun 2019 tidak lebih mudah dibandingkan tahun 2018. OJK akan terus berusaha memfasilitasi dan memberikan kemudahan dalam mendukung sector-sektor prioritas pemerintah melalui kebijakan dan inisiatif,” jelas Wimboh. (Ono/adv/hms)

LEAVE A REPLY