Akhir Kisah Cinta Siti Fatimah dan Tan Bun Han di Pulau Kemaro

102
Jpeg

Palembang, fakta.co – Jika kita ke Palembang, ada satu objek wisata yang cukup menarik untuk di kunjungi. Pulau Kemaro namanya yang letaknya kira-kira 6 km dari jembatan Ampera.

Yang menarik dari  Pulau kemaro, selain pagoda dengan ketinggian 9 lantai dan klenteng serta pohon cintanya, ada kisah percintaan antara putri asli Palembang yang bernama Siti Fatimah dan Tan Bun Han seorang pemuda berasal dari negeri China yang cukup tragis.

Di sari dari sejumlah sumber, alkisah Tan Bun Han datang ke Palembang untuk berdagang.Setiba di Palembang, Tan Bun Han langsung sowan ke Pangeran Palembamg untuk meminta izin berniaga di sana.

Dan, di saat sowan itu, Pangeran Palembang ditemani oleh putrinya yang bernama Siri Fatimah. Di sela-sela perbincangan, mata Bun An selalu melirik putri Pangeran Palembang itu.

Gayung bersambut, Siti Fatimah pun menerima cinta Tan Bun An. Sepertinya Pangeran Palembang pun menyetujui hubungan mereka dan merestui hingga kepelaminan.

Namun, dalam prosesi pernikahan dua sejoli itu, belum di ketahui apakah pernikahan dengan secara Islam atanu apa. Info lain yang diperoleh, sebelum menikah, Tan Bun Han sudah memeluk agama Islam.

Setelah menikah, Tan Bun Han pun mengajak Siti Fatimah ke China untuk menemui orang tuanya. Selang beberapa waktu, mereka kembali pulang ke Palembang dengan membawa 7 guci berisi emas.

Info lainnya mereka pulang di kawal oleh seorang pengawal dari China. Dan, tidak diketahui juga apakah mereka dan seorang pengawal yang di kapal tersebut.

Sesampai di muara Sungai Musi Tan Bun han ingin melihat hadiah emas di dalam Guci-guci tersebut. Tetapi alangkah kagetnya karena yang dilihat adalah sayuran sawi-sawi asin.

Tanpa berpikir panjang ia membuang guci-guci tersebut kelaut, tetapi guci terakhir terjatuh diatas dek dan pecah. Ternyata didalamnya terdapat emas. Tanpa berpikir panjang lagi ia terjun ke dalam sungai untuk mengambil emas-emas dalam guci yang sudah dibuangnya.

Seorang pengawalnya juga ikut terjun untuk membantu, tetapi kedua orang itu tidak kunjung muncul. Siti Fatimah akhirnya menyusul dan terjun juga ke Sungai Musi.

Kematian 3 orang tersebut juga belum diketahui, siapa yang mengetahui peristiwa tragis tersebut.Hanya ada cerita atau mitos di masyarakat Palembang sampai ada gundukan di Pulau Kemaro yang dianggap makam Tan Bun Han, Soti Fatimah dan seorang pengawal mereka.

Saat ini, Pulau Kemaro banyak di kunjungi wisatawan dan sejumlah turis asing. Kisah cinta abadi Tan Bun Han dan Siti Fatimah menjadi salah satu daya tarik wisman untuk ke sana.(Ono).

Sumber : Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY