Apa Itu Gerakan Melindungi Hak Pilih, Ini Kata Ketua KPUD Tanjab Timur

196

Muara Sabak, fakta.co – Sejak di resmikam Komisi Pemilihan Umum (KPU) program gerakan melindungi hak pilih pada tanggal 5 Oktober 2018 kemarin, seluruh KPUD baik provnsi maupun kabupaten langsung mensosialisasikanya di daerah masing-masing.

KPUD Tanjab Timur pun bergerak cepat untuk memberi penjelasan kepada masyarakat apa itu Gerakan Melindungi Hak Pilih.

Nurkholis, Ketua KPUD Tanjab Timur mengatakan bagi seluruh warga kabupaten Tanjab Timur yang belum tercantum di daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 diminta mendatangi kantor desa atau kelurahan agar bisa di dat.

“Kita sudah membuka posko gerakan melindungki hak pilih. Di posko, warga bisa mengecek apakah namanya tercantum di DPT atau tidak. Jika tak ada, maka petugas akan memasukan data sebagai pemilih,”beber Nurkholis.

Dia menjelaskan, pembukaan gerakan ini sebetulnya serentak menggaet pemilih baru dan mengecek apakah ada data pemilih yang tidak memenuhi syarat. Selain itu, lewat gerakan ini KPU bisa mengubah elemen data kependudukan pemilih yang salah.

“Posko ini untuk memastikan pemilih bahwa kita (KPU) hadir. Tujuannya tadi, menggaet pemilih baru, mencoret yang tak memenuhi syarat,” ujar Nurkholos.

Lanjutnya, Misakan di lapangan ternyata ada warga yang tak terdaftar di DPT, mereka kemudian masuk di daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPT-HP). Ini diakumulasi sampai 28 Oktober untuk kemudian ditetapkan sebagai pemilih.

Lewat pembukaan posko ini, baik Bawaslu maupun partai politik menurutnya dapat memberikan masukan bila memiliki data warga yang tak memiliki hak pilih. KPU, kata Nurkholis akan memfasilitasi dan memasukan data itu bila valid.

Posko ini, lanjutnya akan dibuka sampai tanggal 28 Oktober setiap hari pukul 10.00 WIb sampai 17.00 WIB.(ono/adv)

LEAVE A REPLY