Sekda : Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Terus Ditingkatkam

83

Tekankan Uji Kelayakan Air Minum Secara Berkala

Jambi, fakta.co – Sekretaris Daerah rir(Sekda) Provinsi Jambi Drs.H.M.Dianto,M.Si mengemukakan bahwa pemerintah bekerjasama dengan seluruh pihak terkait terus berusaha meningkatkan penyediaan air minum dan sanitaasi kepada masyarakat. Hal itu disampaikan Sekda ketika membukaLokakarya Peningkatan Kapasitas Tim Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) bagi Kabupaten se Provinsi Jambi di Hotel Ratu, Kota Jambi, Selasa (23/10).

Sekda menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan momentum penting dalam pembagunan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat, dalam upaya mempercepat pencapaian universal akses atau 100% akses air minum, 0% kawasan kumuh, dan 100 % akses sanitasi yang layak pada tahun 2019.

“Kita menyadari bahwa penyelengaraan pengembangan sistem penyediaan air minum dan sanitasi yang berada di wilayah kabupaten merupakan wewenang dan tanggung jawab pemerintah kabupaten dan karenanya pemerintah kabupaten perlu memiliki kebijakan strategi program kegiatan dan investasi atau standar pelayanan minimal (SPM) guna mencapai target RPJMN  tahun 2019. Rencana Aksi Daerah  bidang Air Mimun dan Penyehatan Lingkungan (RAD AMPL) merupakan  rencana daerah dalam penyediaan pelayanan air minum dan penyehatan lingkungan untuk periode 5 tahun. RAD AMPL juga berperan sebagai rencana pengembangan kapasitas daerah untuk perluasan program air minum berbasis masyarakat,” kata Sekda.

Sekda mengharapkan hasil rumusan dan penyusunan RAD AMPL ini dapat digunakan dalam penyelenggaraan pengembangan air minum dan sanitasi di daerah, sehingga kebijakan dan strategi daerah mengenai pengembangan sistem yang baik berbasis masyarakat dapat didorong oleh pemerintah kabupaten dengan mengakomodir kebijakan . “Pengembangan kapasitas kelembagaan RAD AMPL dan sanitasi perdesaan berbasis masyarakat menjadi penting dalam mengelola pembangunan SPAMS perdesaan, penganggaran, pengendalian, sampai dengan evaluasi hasil pembangunan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat,” jelas Dianto.

Sekda mengemukakan, kegiatan pelatihan bagi Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang ada di kabupaten menjadi pembelajaran untuk membuat rencana aksi daerah khusus untuk kegiatan air minum dan penyehatan lingkungan. “ Kita berharap kegiatan hari ini walaupun judulnya pelatihan, kita juga minta saran pendapat urun rembuk dari kawan-kawan yang selama ini sudah terlibat dalam pengurusan air minum juga memikirkan langkah-langkah kedepan bagaimana kita memberikan dan menyalurkan air minum kepada masyarakat. Masyarakat harus diyakinkan bahwa air minum yang mereka terima itu atau air bersih yang mereka terima itu tidak tercemar,” ujar Sekda.

“Kita berharap peran BUMD Perusahaan Daerah Air Minum Daerah kita sudah bisa memikirkan perusahaan daerah air bersih dari air yang dari keluar dari pipa yang kita terima di tiap rumah itu belum tentu bisa langsung diminum, beda dengan beberapa negara atau beberapa provinsi. Saya berharap nanti dari Pamsimas ini yang menyalurkan air bersih kepada masyarakat, secara berkala terus melakukan pengujian terhadap air bersih yang disalurkan karena saya melihat air baku yang diambil itu kalau tidak diolah dengan upaya yang dibuat dengan berbagai tambahan atau pembersihan melalui obat, dalam kondisi yang sangat tidak layak. Kita harus meyakinkan masyarakat bawah ini harus ada penelitian, harus ada uji lab bahwa air yang disampaikan kepada masyarakat itu bebas dari merkuri, betul-betul tidak tercemar dengan berbagai bakteri,” tutur Dianto.

Sementara itu, dalam sesi wawancara usai pembukaan lokakarya, Koordinator Pamsimas Provinsi Jambi Meding Mahadana, menyatakan, saat ini hampir seluruh desa mendapatkan air bersih. “Kegiatan ini sudah berlangsung di 9 kabupaten, sedangkan untuk kota dilayani oleh PDAM. Dan target kami pada 2019 program ini sudah terlasaksana 70% . Kendala yang dihadapi selama di lapangan adalah sulitnya sumber air terutama di daerah pantai seperti Tanjab Timur dan Tanjab Barat. Masyarakat sangat antusias melaksanakan program ini. Sumber dana 80% dari APBN, 20% APBD, dana masyarakat 4% sedangkan dana gotong royong 16%,” jelas Meding.

Turut hadir dalam acara tersebut, perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Jambi Kabid Cipta Karya Ir. Tambat Yulis. (Ono/adv/hms)

LEAVE A REPLY