Memaknai Idul Fitri Menurut Yufni Zarman, Kepala Bank Jambi Cabang Sutomo, Kota Jambi

0
16
foto-Yufni Zarman/Dok-pribadi

Jambi, fakta.co – Seiring dengan cepatnya waktu berlalu, ternyata tanpa terasa ramadhan begitu cepatnya berjalan dan sebentar lagi meninggalkan kita. Padahal kita belum maksimal membaca Al-Qur’an, belum maksimal shalat malam, belum maksimal melaksanakan shiyam dan juga belum optimal untuk melaksanakan ibadah-ibadah lainnya. Setetes air mata mengalir dari ujung mata, perasaan sedih bergemuruh dalam kalbu, Ya Allah, akankah ramadhan tahun depan.

Dan, ini komentar Yufni Zarman, Kepala Bank Jambi Cabang Sutomo Kota Jambi dalam memaknai idul fitri :
Idul Fitri diterjemahkan dengan kembali kepada fitrah atau kesucian, karena telah ditempa dengan ibadah sebulan penuh di bulan ramadhan. Dan karenanya ia mendapatkan ampunan dan maghfirah dari Allah SWT.
Idul Fitri diterjemahkan dengan hari raya berbuka, dimana setelah sebulan penuh ia berpuasa, menjalan ibadah puasa karena Allah SWT, pada hari Idul Fitri ia berbuka dan tidak berpuasa sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT.
Dalam beberapa hari kedepan atau sebentar lagi, seluruh umat muslim merayakan hari raya Idul Fitri. Jadi yang dimaksud dengan Idul Fitri dalam konteks ini berarti kembali kepada asal kejadiannya yang suci dan mengikuti petunjuk Islam yang benar.

Bagi umat Islam yang telah lulus melaksanakan Ibadah puasa di Bulan Ramadhan akan diampuni dosanya sehingga menjadi suci kembali seperti bayi yang baru dilahirkan dari kandungan Ibunya. Sebagaimana Sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya “Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci.{ono/adv}

LEAVE A REPLY