Fachrori Harap Pembangunan RS Bhayangkara Tingkatkan Pelayanan Medis di Jambi

0
32

Jambi, fakta.co – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum berharap agar pembangunan Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Mayang Mangurai Jambi turut meningkatkan pelayanan medis di Provinsi Jambi. Harapan tersebut dikemukakan oleh Fachrori dalam Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Sakit Bhayangkara Mayang Mangurai Jambi, bertempat di seberang Rumah Sakit Bhayangkara yang lama di Jambi Pasar, Senin (11/6).

Kapolda Jambi, Plt. Gubernur Jambi dan jajaran pejabat Polda Jambi secara simbolis meletakkan batu dalam pembangunan rumah sakit tersebut.

Usai peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit, kepada wartawan yang mewawancarainya, Fachrori menyatakan dirinya sangat bangga dengan pembangunan rumah sakit Bhayangkara Mayang Mangurai Jambi.

Fachrori berharap dengan pembangunan rumah sakit Bhayangkara Polda Jambi, pelayanan kesehatan di rumah sakit kepolisian meningkat dan lebih baik lagi. “Sehingga masyarakat tidak lagi merasa kesulitan karena rumah sakit yang ada di Provinsi Jambi ini sudah cukup memadai,” ujar Fachrori.

Kapolda Jambi, Brigadir Jenderal Polisi, Drs.Muchlis,AS,MH dalam sambutannya menyatakan, nama Mayang Mangurai telah diusulkan ke Mabes Polri. Pembangunan rumah sakit ini merupakan upaya Polri untuk menambah dan meningkatkan pelayanan kesehatan medis di Provinsi Jambi.

Muchlis menyatakan, awal berdirinya pada 22 Juni 1989, RS Bhayangkara Jambi memiliki 30 unit tempat tidur, dan sekarang telah memiliki 101 tempat tidur. Anggaran pembangunan Rumah Sakit Bhayangkara Mayang Mangurai Rp42,7 miliar.

Kapolda mengatakan, RS Bhayangkara Mayang Mangurai Jambi akan menjadi salah satu rumah sakit yang berkualifikasi baik di Provinsi Jambi dan dapat menjadi rujukan Polri dan masyarakat umum, serta terakreditasi.

Kapolda berpesan agaar pelaksana pembangunan dapat melaksanakan pekerjaan sebaik-baiknya, lancar, tepat waktu dan berdaya guna.

Sebelumnya, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Jambi menyampaikan, dalam perencanaan, konstruksi gedung 200 hari (5 Juni – 31 Desember 2018), luas bangunan 6.800 m2, jumlah tempat tidur 111, belum termasuk tempat tidur di HD, ICU, dan ruang Perinatologi (total 192 tempat tidur), konsep pembangunan berdasarkan Permenkes No.53 Tahun 2015, pelaksana pembangunan PT Karya Bisa yang telah mempunyai riwayat telah melakukan pembangunan rumah sakit. (ono/adv/hms)

LEAVE A REPLY