Memaknai Idul Fitri Menurut Mereka(1)

0
27

Jambi, fakta.co – Seiring dengan cepatnya waktu berlalu, ternyata tanpa terasa ramadhan begitu cepatnya berjalan dan sebentar lagi meninggalkan kita. Padahal kita belum maksimal membaca Al-Qur’an, belum maksimal shalat malam, belum maksimal melaksanakan shiyam dan juga belum optimal untuk melaksanakan ibadah-ibadah lainnya. Setetes air mata mengalir dari ujung mata, perasaan sedih bergemuruh dalam kalbu, Ya Allah, akankah ramadhan tahun depan.

Dan, ini komentar sejumlah warga dalam memaknai idul fitri :

1. Yan Rizal, Kadis Perhubungan Tanjab Timur

Arti, makna, hakikat dan hikmah Hari Raya Idul Fitri Lebaran bisa berbeda-beda antara individu satu dengan individu lainnya. Masing-masing umat Muslim tentu punya perspektif dan cara pandang yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Yang jelas, Nabi Muhammad Saw dalam sejarah idul fitri pertama kalinya punya tujuan dan maksud tersendiri dengan adanya hari raya bagi umat Islam. Dalam Al Quran, makna dan hikmah Idul Fitri tidak dijelaskan secara gamblang.

Hanya saja, dalam sebuah riwayat hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dan An Nasa’i, Rasulullah Muhammad Saw pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah mengganti kedua hari raya (baca: Nairuz dan Mahrajan, hari raya masyarakat Arab sebelum Islam datang) dengan hari raya yang lebih baik, yakni Idul Fitri dan Idul Adha.

2.Syafaruddin, Kadis BPMD Tanjab Timur

Hari raya Idul Fitri adalah merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai dari kewajiban berpuasa itu sendiri yaitu manusia yang bertaqwa.

3.Helmi, Camat Sadu, Tanjab Timur

Kebahagiaan merayakan idul fitri ini mesti perlu kesadaran dan penuh dengan penghayatan. Perayaan ini bukan sekedar sebuah tradisi yang dilakukan oleh muslim di seluruh Indonesia maupun di seluruh dunia. Perayaan lebaran atau idul fitri ini memiliki makna peraihan kemenangan setelah berjuang selama sebulan penuh melawan hawa nafsu.

Jadi makna perayaan lebaran ini lebih tepat ditujukan bagi mereka yang benar-benar telah berjuang penuh, berpuasa dengan khusyuk selama bulan Ramadhan. Selain berpuasa, mereka juga tidak lepas dari mengerjakan berbagai amalan Ramadhan, seperti tadarrus al Qur’an, sholat lail, I’tikaf, mengeluarkan zakat dan lain-lain. Karena mereka sadari bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, bulan yang menjadi kesempatan untuk melebur segala dosa dan meraih pahala yang sebanyak-banyaknya.(ono/adv)

LEAVE A REPLY