Memaknai Idul Fitri Menurut Mereka(2)

0
27

Jambi, fakta.co – Seiring dengan cepatnya waktu berlalu, ternyata tanpa terasa ramadhan begitu cepatnya berjalan dan sebentar lagi meninggalkan kita. Padahal kita belum maksimal membaca Al-Qur’an, belum maksimal shalat malam, belum maksimal melaksanakan shiyam dan juga belum optimal untuk melaksanakan ibadah-ibadah lainnya. Setetes air mata mengalir dari ujung mata, perasaan sedih bergemuruh dalam kalbu, Ya Allah, akankah ramadhan tahun depan.

Dan, ini komentar sejumlah warga dalam memaknai idul fitri :
1. Sapril, Sekda Tanjab Timur

Memaknai Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran sebagai ungkapan syukur karena diberikan banyak kelimpahan rahmat dan ampunan dari Allah.

“Makna Lebaran bersyukur kita masih diberikan begitu banyak kelimpahan rahmat, ampunan dari Allah. Dan juga tentunya Lebaran ini memohon agar lima tahun ke depan bisa amanah karena menyambut bulan Oktober (pelantikan Wagub) tentunya banyak harapan dari masyarakat di mana kita Insya Allah bisa wujudkan harapan masyarakat,”

2.Sucipto, Asisten Dua Pemkab Tanjab Timur

Setelah berpuasa Ramadhan selama satu bulan, kita akhirnya menemui Lebaran pada 1 Syawal. Inilah titik bagi setiap dari kita naik kelas dari bawah ke atas, dari rendah ke tinggi, Syawal artinya meningkat alias naik kelas.

Yang pantas menikmati kemenangan 1 Syawal adalah mereka yang ikut dalam “proses pertarungan”. Bertarung melawan diri sendiri (jihadun nafs), inilah pertarungan terbesar. Bahkan, lebih besar dari Perang Badar pada zaman Rasulullah SAW.

3. Syahbuddin, Kadis Koperasi dan UKM Tanjab Timur

Menurut pemahaman umum umat Islam Indonesia, Idul Fitri dipahami sebagai “kembali kepada kesucian.Umat Islam yang berpuasa selama Ramadhan dan merasa diampuni dosa-dosanya, dinilai sebagai manusia yang memperoleh kembali status kesucian, sesuai kondisi natural dirinya yang terlahirkan dalam keadaan suci.

Afriboy candra

4.Afri Boy Candra, Sekdis Perumahan dan Pemukiman, Kabupaten Tanjab Timur

Idul  Fitri diterjemahkan dengan kembali kepada fitrah atau kesucian, karena telah ditempa dengan ibadah sebulan penuh di bulan ramadhan. Dan karenanya ia mendapatkan ampunan dan maghfirah dari Allah SWT.
dimana setelah sebulan penuh ia berpuasa, menjalan ibadah puasa karena Allah SWT, pada hari Idul Fitri ia berbuka dan tidak berpuasa sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT.(ono/adv)

LEAVE A REPLY