Memaknai Idul Fitri Menurut Mereka

0
68

Jambi, fakta.co – Seiring dengan cepatnya waktu berlalu, ternyata tanpa terasa ramadhan begitu cepatnya berjalan dan sebentar lagi meninggalkan kita. Padahal kita belum maksimal membaca Al-Qur’an, belum maksimal shalat malam, belum maksimal melaksanakan shiyam dan juga belum optimal untuk melaksanakan ibadah-ibadah lainnya. Setetes air mata mengalir dari ujung mata, perasaan sedih bergemuruh dalam kalbu, Ya Allah, akankah ramadhan tahun depan.

Dan, ini komentar sejumlah warga dalam memaknai idul fitri :
1.Amir Hasbi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi
Idul Fitri diterjemahkan dengan kembali kepada fitrah atau kesucian, karena telah ditempa dengan ibadah sebulan penuh di bulan ramadhan. Dan karenanya ia mendapatkan ampunan dan maghfirah dari Allah SWT.
Idul Fitri diterjemahkan dengan hari raya berbuka, dimana setelah sebulan penuh ia berpuasa, menjalan ibadah puasa karena Allah SWT, pada hari Idul Fitri ia berbuka dan tidak berpuasa sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT.
2.Maryono Kades Kota Baru, Geragai, Tanjab Timur

Dalam beberapa hari kedepan atau sebentar lagi, seluruh umat muslim merayakan hari raya Idul Fitri. Jadi yang dimaksud dengan Idul Fitri dalam konteks ini berarti kembali kepada asal kejadiannya yang suci dan mengikuti petunjuk Islam yang benar.

Bagi umat Islam yang telah lulus melaksanakan Ibadah puasa di Bulan Ramadhan akan diampuni dosanya sehingga menjadi suci kembali seperti bayi yang baru dilahirkan dari kandungan Ibunya. Sebagaimana Sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya “Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci.

 

3. Abdul Rasyid, Kadis Kesbangpol Kabupaten Tanjab Timur

Kebahagiaan merayakan idul fitri ini mesti perlu kesadaran dan penuh dengan penghayatan. Perayaan ini bukan sekedar sebuah tradisi yang dilakukan oleh muslim di seluruh Indonesia maupun di seluruh dunia. Perayaan lebaran atau idul fitri ini memiliki makna peraihan kemenangan setelah berjuang selama sebulan penuh melawan hawa nafsu.(ono/adv)

LEAVE A REPLY