Terkait Sengketa Lahan di Parit Culum, Ini Kata Rahman Pengacara Nurlaili

0
419

Muara Sabak,fakta.co – Sengketa lahan yang berlokasi di daerah Kelurahan Parit Culum I Kecamatan Muarasabak Barat, Tanjab Timur antara H.Zam Zam dan Nurlaili oleh Pengadilan Negeri Tanjab Timur berakhir dengan di menangkan oleh Nurlaili.

Kemenangan pihak Nurlaili  binti Daerah (56) warga RT.09 RW.03 Kelurahan Parit Culum I Kecamatan Muara Sabak Barat, Tanjabtimur oleh PN Tanjab Timur menurut pengacara Nurlaili,, Drs. Fauzi Sawal SH MH melalui asistennya, Rahman merupakan bukti bahwa keabsahan lahan adalah sah milik Nurlaili.

” Keputusan PN Tanjab Timur sudah jelas. Lahan itu sah milik Nurlaili,” kata Rahman kepada fakta.co di ruang kerjanya di daerah Parit Culum I, Senin, 4 Juni 2018.

Terkait hal lain, soal surat keterangan pengakuan hak yang dikeluarkan oleh camat Muarasabak Barat, Rahman yang di dampingi Harun menegaskan, semua proses terkait keluarnya surat itu, pihaknya selaku kuasa hukum Nurlaili telah mengikuti prosedur yang telah di berlakukan pihak kecamatan.

“Surat pengakuan hak tersebut sudah kita minta 20 hari sebelum keluar dan di tanda tangani camat. Dan, saat mengambil surat itu, saya semdiri yang mengambilnya,”ujar Rahman.

Sebelum mengambil surat itu, ujar Rahman, dia sudah menelpon camat Muarasabak Barat.”Pak camat bilang suruh ambil dengan Khaidir, Kasi Trantib di meja kerja camat,”aku Rahman.

“Soal legalitas tanda tangan camat, itu kami tegaskan asli. Kami dari pihak kuasa hukum Nurlaili tidak mungkin berani berbuat berbuat melawan hukun terlebih kami ini tahu soal hukum,”imbuh Rahman.

Dan, lanjut dia, perlu di ketahui pernyataan camat yang membantah itu bukan tanda tangan dia sudah di klarifikasi pada tanggal 8 Mei 2018 kemarin.”Jadi jelaskan itu pernyataan camat Muarasabak Barat,”tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, H.Zam Zam telah melaporka klien dari Rahman ke Polda Jambi terkait dugaan pemalsuan tanda tangan camat Muarasabak Barat. Atas laporan itu, Rahman  selaku kuasa hukum Nurlaili dengan keras membantah laporan itu.(ono)

LEAVE A REPLY