Ini Upaya Dinas Kesehatan Tanjab Timur Tekan Penyebaran Filariasis dan Kusta

0
17
Jpeg

Muara Sabak, fakta.co – DinasĀ  Kesehatan Tanjab Timur saat ini terus berupaya menekan dan memberantas penyakit menular, filariasis atau kaki gajah dan kusta.

Diketahui dua penyakit menular tersebut, di Provinsi Jambi, Kabupaten Tanjab Timur adalah daerah yang pengidap terbanyak. ” Tahun 2017, untuk filariasis yang kita temukan ada 75 kasus. Sedangkan kusta ada 35 kasus,” kata Kepala Dinas Kesehatan Tanjab Timur melalui kabid P2PL, Jumati SKM.

Kabid berujar, pengobatan terhadap penderita filariasis sejak 2012 terus dilakukan termasuk kusta.” Kita sudah sering lakukan sosialisasi dengan melibatkan petugas kesehatan yang ada termasuk masyarakat juga kita perdayakan,’ ucap kabid.

Kabid menuturkan, salah satu penyebab tertularnya warga terhadap kedua penyakit tersebut adalah prilaku hidup bersih dan sehat yang masih kurang di masyakat.” Itu adalah salah satu faktornya,” imbuh dia.

Kabid juga menjelaskan Filariasis adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing filaria. Penyakit ini dapat menyerang hewan maupun manusia.

Parasit filaria masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi. Parasit tersebut akan tumbuh dewasa berbentuk cacing, bertahan hidup selama 6 hingga 8 tahun, dan terus berkembang biak dalam jaringan limfa manusia.

Infeksi ini umumnya dialami sejak masa kanak-kanak dan menyebabkan kerusakan pada sistem limfatik yang tidak disadari sampai akhirnya terjadi pembengkakan yang parah dan menyakitkan. Pembengkakan tersebut kemudian dapat menyebabkan cacat permanen.

Sedangkan Kusta, yang juga dikenal dengan nama lepra atau penyakit Hansen, adalah penyakit yang menyerang kulit, sistem saraf perifer, selaput lendir pada saluran pernapasan atas, serta mata. Kusta bisa menyebabkan luka pada kulit, kerusakan saraf, melemahnya otot, dan mati rasa.

Kusta disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini memerlukan waktu 6 bulan hingga 40 tahun untuk berkembang di dalam tubuh. Tanda dan gejala kusta bisa saja muncul 1 hingga 20 tahun setelah bakteri menginfeksi tubuh penderita.(ono)

LEAVE A REPLY