Ternyata, Karni Ilyas Pernah Diminta Menjadi Jaksa Agung Oleh Megawati

0
214

fakta.co – Di era Megawati Soekarnoputri menjabat sebagai Presiden RI ke-5, Karni Ilyas pernah ditawarkan untuk menjadi Jaksa Agung.

Karni Ilyas, tokoh dan panutan para wartawan tersebut menolak tawaran untuk menjabat posisi yang sangat prestesius waktu itu.

Saat itu yang menyampaikan jika Karni ditunjuk sebagai Jaksa Agung oleh Megawati adalah Jenderal Purnawirawan Hendropriyono.

Hal itu diungkapkannya di buku Karni Ilyas yang di tulis Fenty Effendi”40 Tahun Jadi Wartawan,Karni Ilyas Lahir Untuk Berita”,yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas Oktober 2012.

Buku perjalanan Pemimpin Redaksi TV One yang dijabatnya sejak 2008 lalu, salah satunya menceritakan bagaimana Karni mendapat tawaran untuk menjabat sebagai Jaksa Agung RI.

Pada Bab 5 Nahkoda Layar Liputan 6 SCTV, Kabinet Gotong Royong dan Kisah Bandara Minangkabau, halaman 326, dengan lugas pria kelahiran Balingka,Sumatera Barat 25 September 1952 ini menceritakan dalam buku itu,”Pada pagi hari tanggal 9 Agustus 2001, bersamaan dengan pengumuman susunan Kabinet Gotong Royong, Karni bangun lebih awal.

Ia ingin menonton peristiwa tersebut melalui televisi. Diatas meja kerjanya sudah ada setumpuk nota berisi persan telepon. Saat itu menelpon kerumah merupakan sebuah kelaziman karena telpon genggam masih langka.

Setelah dibaca, sebagian besar isinya ternyata ucapan selamat dari berbagai kalangan.Lalu ada tiga nota kecil dengan pesan yang sama: ada telepon dari Jenderal Purnawirawan Hendropriyono.Karni pun menghubungi mantan Menteri Transmigrasi dan Koperasi era B.J Habibie itu

”Begitu diangkatnya, dia bilang,”Eh kamu ditunjuk Ibu Mega jadi Jaksa Agung!”Saya Kaget. Tolong bilangin sama Bu Mega,saya tidak bersedia. Lagian saya dari awalkan sudah mendukung Pak Hendro jadi Jaksa Agung.

”Ndak, saya pegang BIN, kamu Jaksa Agung’Hendro tetap bersikeras.Wah,kata saya, tidak ada cita-cita saya menjadi Jaksa Agung.’Gila lu,Jadi Jaksa Agung ditolak’.Pagi-pagi saya dibilang gila sama Hendro.

Karena Karni Ilyas menolak tawaran untuk duduk dalam Kabinet Gotong Royong.Kursi Jaksa Agung kemudian diberikan kepada M.A Rahman seorang jaksa karier.

Itulah sekelumit perjalanan hidup Karni Ilyas yang sangat menarik untuk menjadi inspirasi dan panutan bagi generasi muda. Dalam hal kebenaran, Karni tak kenal kompromi. Kerja keras dalam perjalanan 40 tahun berkarier sebagai wartawan membuahkan hasil yang manis. Walaupun dalam perjalanan kariernya tidak semua mulus. Terbukti didalam buku tersebut, Karni menceritakan sejumlah rintangan dan tantangan. Tapi semua dihadapi dengan keikhlasan.(ono)

Sumber : Buku -‘  40 Tahun Jadi Wartawan,Karni Ilyas Lahir Untuk Berita”, 

LEAVE A REPLY