Gali Warisan Budaya, Disbudpar Jambi Asah Seniman dan Sanggar

0
123

Sungai Penuh, fakta.co – Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh sangat kaya akan potensi seni dan budaya asli warisan turun temurun, membentang dari hulu sampai ke hilir.

Atraksi kesenian beragam dalam budaya yang sama, di antaranya yang mulai terangkat tari mahligai.tauh lempur,rangguk Kincai,tari asek,dan rentak kudo.

Serta budaya kenduri sko atau pesta adat belum lagi anyaman dan ukiran khas Kerinci yang masih di lestarikan sampai saat ini menunjukan kearifan lokal masyarakat masih kental dan tetap di pertahankan di bumi sakti ini.

Selama tiga hari dua malam para seniman dan pengurus sanggar serta beberapa ketua adat di ajak untuk terus mengali dan mengembangkan budaya lokal dalam “Worshop pembinaan sangar seni dan budaya” yang di langsungkan di hotel Kerinci dari tanggal 16 sampai 18 april 2018 kemarin.¬†Sebanyak 50 sanggar mengikuti worshop tersebut, masing masing kabupaten kota mengirim 25 utusan sanggar.

Dalam sambutannya, Dra. Eka Febriani, Sekretaris Disbudpar provinsi Jambi mengajak untuk menggali terus tradisi budaya dan kesenian.Karena Kerinci dan kota Sungai Penuh punya nilai plus dan keunikan sendiri dan ini tidak ada di tempat lain.

“Pesona budaya dari daerah sakti tidak hanya sebatas untuk di kenal di tingkat provinsi tapi harus kita perkenalkan ke jenjang nasional bahkan di ajang budaya internasional,” kata Eka.

Bersamaan dengan ini ketua penyelengara acara Asep Firdaus dari Disbudpar provinsi menyampaikan, kegiatan ini tidak sebatas worshop saja, namun harus berkelanjutan pembinaannya mulai dari tingkat kabupaten kota sampai ke provinsi.

“Kita akan bantu dan bimbing terus sanggar- sanggar agar tidak tertidur,”ujar Asep.

Kabid Disparbudpora Kerinci Santi Eka Sopia menyampaikan seni dan budaya di Kerinci sudah tumbuh dengan sendirinya dari sebelum peradaban. Namun seiring perjalan zaman perlahan mulai terkikis.

Beberapa tempat bahkan sudah ada yang lupa akan tradisi budayanya oleh sebab itu peran sanggar sangatlah penting untuk menggali kembali dan mengangkat mempertahankan serta memperkenalkan ke dunia luar.

Pada kesempatan ini Eka juga mengajak bagi sanggar-sanggar yang belum memenuhi persyaratan administrasi agar secepatnya mendaftarkan diri.

“Biar kita bantu dan di bina oleh pemerintah,”pungkas Eka.(hamka/ono)

LEAVE A REPLY