Fachrori Sebut Keberadaan TMII Mengandung Makna Bersatu dalam Keragaman

0
62
Jakarta, fakta.co Р Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum mengemukakan, keberadaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mengandung makna bersatu dalam keberagaman, bersatu dalam kemajemukan. Hal tersebut dinyatakan oleh Fachrori usai menghadiri Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun. (HUT) ke-43 Taman Mini Indonesia Indah (TMII), bertempat di Teater Garuda TMII, Jakarta, Jumat (20/4) sore.
Tema HUT ke-43 TMII ini adalah “Wajah Budaya Indonesia Seni Diusung, Budaya Dijunjung.”
Dalam puncak peringatan ulang tahun ke -43 TMII, manajemen TMII bekerjasama dengan Pemerintan Kalimantan Selatan dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.
Didampingi oleh istri, Hj. Rahima, Fachrori Umar menuturkan bahwa adanya Taman Mini yang dibangun pada masa Soeharto dan Ibu Tien sangat baik bagi bangsa Indonesia, memberikan pembelajaran bagi masyarakat Indonesia tentang betapa kayanya Indonesia akan budaya-budaya dari seluruh daerah di Indonesia, namun dalam kekayaan budaya dan keragaman tersebUt, masyarakattetap bisa bersatu, semangat yang harus dipelihara.
Semangat bersatu dalam keragaman tersebut, lanjut Fachrori, sangat penting dalam mengisi pembangunan. Fachrori menyatakan, pelestarian budaya dari seluruh daerah di Indonesia, salah satunya yang diupayakan di Taman Mini, harus dilakukan secara berkelanjutan.
Terkait Provinsi Kalimantan Selatan senagai tuan rumah dalam acara HUT ke-43 TMII tersebut, Fachrori berhatap agar kedeoan, Provinsi Jambi juga bisa menjadi tuan rumah.
Mewakili Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Staf Ahli Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Bidang Infrastruktur, Hari Purwanto menyampaikan pesan dari Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir bahwa dengan merawat kebudayaan  Indonesia bisa menjadi negara besar.
Hari Purwanto mengatakan, keberadaan Taman Mini sangat penting sebagai pertanda keragaman, artinya kekayaan khasanah budaya Indinesia. “Kalau kita bertanya tentang Indonesia, kita bisa melihat Taman Mini,” ujar Hari Purwanto.
Hari Purwanto menyatakan, Kalimantan Selatan juga memiliki Taman Mini, dan mengapresiasi upaya merawat kebudayaan tersebut.
Selain itu, Hari Purwanto menyampaikan, Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi mempunyai 3 amanah dalam mengembangkan kemampuan, yakni ATM (Amati, Tiru, dan ModifikasI/research, reverse engineering, and development).
Gubernur Kalimantan Selatan, H.Sahbirin Noor mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan kepada pihak pengelola TMII atas kepercayaan kepada Kalimantan Selatan sebagai ikon dalam penyelenggaraan HUT ke-43 TMII.
Sahbirin Noor menyatakan, sebagaimana halnya Indonesia terdiri dari masyarakat yang majemuk, masyarakat Kalimantan juga majemuk (beragam), namun dalam kemajemukan tersebut, masyarakat hidup rukun.
Selanjutnya, Sahbirin membacakan sebuah puisi dengan judul Taman Mini Indonesia, Rindu yang Direliefkan Ibu Pertiwi, yang intinya makna harmoni dalam keragaman.
Direktur Utama TMII, Drs. Tanri Balinamo, SH, dalam laporannya menyampaikan, banyak kegiatan yang digelar dalam rangkaian HUT ke-43 TMII, diantaranya: Gebyar Pesta Budaya Nusantara, Festival Pencak Silat, Karnaval Nusantara, Expo Nusantara, Pameran Museum, Pameran Kuliner, Indonesia Science Day, Kolaborasi Musik Nusantara, dan Atraksi Kesenian.
Tanri menjelaskan, manajemen TMII telah melakukan kerjasama dengan Kementerian Riset Teknologi dan Oendidikan Tinggi untuk penguatan fungsi Taman Mini yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing bangsa.
Pada kesempatan tersebut dilakukan Penandatanganan MoU Pertukaran Satwa Komodo dari Taman Safari untuk mengisi koleksi komodo yang ada di Taman Mini, sesama pemegang izin pengembangbiakan komodo, untuk menambah wahana edukasi TMII.
Pagelaran Drama Tari dari Manjalung Ratu Zaleha Menuju Cahaya Gemikang Negeriku produksi Taman Budaya Kalimantan Selatan turut memeriahkan acara tersebut. (Ono/adv/hms)

LEAVE A REPLY