Terlilit Hutang,Pria Ini Nekad Rekayasa Perampokan

0
514

Nipah Panjang, fakta.co – Rasyid(45) warga lorong Inul Kecamatan Nipah Panjang, Tanjab Timur, Jambi akhir harus merasakan dinginnya hotel prodeo karena ulahnya sendiri. Dia dengan nekadnya merekayasa perampokan yang terjadi pada dirinya.

Merasa yakin dengan aksi tipu-tipunya itu, dia membuat laporan palsu ke Polsek Nipah Panjang, Jumat, 23 Maret 2018.

Dihadapan petugas Rasyid mengaku telah dirampok di seputaran jalan Merdeka Parit 7 Nipah Panjang sepulang dirinya dari Rantau Rasau sekitar pukul 19.00 WIB.

Awalnya, pihak Polsek tidak menyangka Rasyid merekayasa laporan perampokan yang mengakibatkan uang Rp 24 juta milikya yang di taruhnya di bawah jok motor diembat dua perampok.

Tak sampai disitu, untuk menyakini sandiwaranya, Rasyid mengungkapkan sebelum uangnya diambil, dua perampok itu beberapa kali memukuli tubuhnya.

Usai terima laporan Rasyid, Kapolsek Nipah Panjang Iptu Viktor Hamonangan bersama anggotanya bergerak. Setelah melakukan penyelidikan dan menghimpun informasi, ternyata ada sesuatu di laporan Rasyid itu.

“Setelah kita selidiki, ternyata semua apa yang dilaporkan Rasyid itu bohong belaka.Dia buat laporan palsu, “kata kapolsek. Hal ini terungkap ketika Polsek Nipah Panjang menemukan keganjilan pada saat olah TKP.

“Akhirnya kami melakukan olah TKP ulang dan membawa korban curas ke TKP.Termasuk dimana awalnya korban melakukan transaksi penarikan uang tunai disalah satu BRI LINK yang terletak di Rantau Rasau,tapi setelah ditanyakan kepada pihak BRI LINK sk.15 Rantau Rasau mengatakan bahwa pada hari Jum’at, 23 Maret 2018 tidak ada penarikan uang yang dilaporkan korban,”kata Kapolsek.

Bermula dari keterangan dari pihak BRI LINK tersebut.akhirnya korban mengakui bahwa kejadian perampokan tersebut dia rekayasa .

“Atas penyelidikan dan pengakuan korban.akhirnya kami ketahui bahwa laporan korban palsu. Dan korban sudah kami amankan untuk pengembangan,” ungkap Kapolsek.

Saat dikonfirmasi Rasyid mengaku  bahwa apa yang sudah dilaporkan ke polisi itu hanya rekayasa saja..”Saya menyesal pak. Itu saya lakukan karena saya terlilit hutang,”kata Rasyid dengan kepala tertunduk lesu.(herwanto/ono)

LEAVE A REPLY