Oknum BPN Batanghari jadi saksi di Polres Batanghari soal laporan dugaan penipuan sertifikat 

0
445
BATANGHARI , fakta.co – Seorang oknum Badan Pertanahan Nasional (BPN)
Batanghari berinisal HE menjadi saksi di Polres Batanghari soal laporan dugaan penipuan sertifikat tanah. Kesaksian oknum BPN ini berdasarkan laporan Arbain bin Nipah, warga Sungai Buluh RT11 Kecamatan Muarabulian yang menjadi korban penipuan oleh oknum PNS Pemkab Merangin, berinisial SD pada awal tahun 2017 lalu dalam membuat sertifikat tanah yang berlokasi di Jalan Lingkar Kecamatan Rengas Condong Kecamatan Muarabulian.
 
” Ya, berdasarkan bukti dari pengambilan sertifikat tanah milik Arbain di BPN ini tidak ada dalam buku pengambilan atau buku serah terima sertifikat dari pihak BPN kepada pemilik sertifikat. Menurut keterangan dari HE bahwa saudara SD yang merupakan PNS Pemkab Merangin pada waktu itu datang pada jam habis kerja ke kantor BPN meminta sertifikat yang dia buat, sertifikat atas nama Arbain dan dia memaksa sertifikat itu diberikan kepadanya,” kata Abdurrahman Sayuti, SH, kuasa hukum dari Arbain.
 
Menurut dia, sertifikat Arbain ini justru di urus oleh SD di BPN Batanghari dengan meminta uang kepada Arbain sebesar Rp19 juta. Ini semua atas permintaan SD kepada Arbain jika sertifikat ini mau diselesaikan cepat, kemudian sertifikat ini akan segera diserahkan kepada Arbain.
 
” Sampai hari ini Arbain menanyakan sertifikatnya kepada SD, namun SD selalu berkilah dan SD juga meminta bagian dari tanah Arbain, sebab dia sudah mengurus sertifikat Arbain di BPN. Dan sepertinya ini juga diduga ada permainan dalam pembuatan sertifikat ini di pihak BPN,” ujarnya.
 
Dia menjelaskan, terkait dengan persoalan dugaan penipuan atau penggelapan sertifikat ini, oknum PNS Merangin ini, berdasarkan STPL No.Pol : STPL/B-23/II/2018/SPKT/Res Batanghari, terancam dalam pasal 378 Sub pasal 372 KUH Pidana. Dan setelah itu, pihaknya juga sudah memberi keterangan dan juga meminta oknum BPN menjadi saksi dan juga ada beberapa saksi lainnya akan di hadirkan diruang penyidik Polres Batanghari.
Perlu diketahui,  dasar dari kronologis laporan penipuan dan penggelapan sertifikat dan uang Rp19 juta ini berawal dari tanggal 10 Maret 2017, kliennya mengirimkan uang sebesar Rp7 juta guna mengurus sertifikat tanah yang belokasi di Jalan Lingkar Kelurahan Rengas Condong Kecamatan Muarabulian kepada SD. Kemudian kliennya juga mengirim kembali uang sebesar Rp5 juta kepada pelapor, tepatnya ditanggal 24 Maret 2017.
Bahkan, pada tanggal 3 April 2017 dibuat lagi surat kuasa oleh SD yang ditandatangani oleh kliennya dan SD untuk pengurusan sertifikat tanah ini dengan mengirimkan uang kembali sebesar Rp5 juta lagi. Dan setelah kliennya mentransfer sejumlah uang kepada SD ini, SD berdalih akan memberitahukan kepada kliennya, jika sertifikat tanah ini sudah jadi akan diberikan kepada kliennya, namun sampai saat ini tidak ada.
Disamping itu, kondisi tanah bersertifikat ini berbukit dan ada tanaman karet tua di dalam lokasi tanah ini. Dan kabarnya tanah berbukit ini sudah diolah oleh SD dengan dikeruk oleh sebuah alat berat, lalu dijual oleh SD kepada warga yang membutuhkan di sekitar wilayah Kabupaten Batanghari.
Sementara itu, Kanit Pidum Polres Batanghari, Umar mengatakan, akan segera menindaklanjuti laporan saudara Arbain dengan didampingi kuasa hukumnya dan saat ini pihak penyidik sedang memanggil saksi-saksi dan mengumpulkan bukti terhadap dugaan penipuan oknum PNS merangin ini.
” Dalam waktu dekat ini kita akan segera turun ke lokasi dan melihat objek tanah yang sudah dilaporkan ini, kita minta kuasa hukum dari saudara Arbain menghadirkan saksi-saksi lainnya, selain dari oknum BPN ini,” kata Umar. (Her)

LEAVE A REPLY