PNS Pemkab Batanghari pertanyakan pengalihan uang pembangunan masjid agung

403
BATANGHARI, fakta.co – Jajaran pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari kembali mempertanyakan pengalihan uang sebesar Rp1,2 miliar untuk pembangunan masjid agung tahun 2013 lalu kepada pengurus masjid korpri di Jalan Gajah Mada Kecamatan Muarabulian. Pada pengalihan uang tersebut dikarenakan masjid agung gagal dibangun sehingga uang tersebut dialihkan untuk pembanguna masjid korpri.
” Benar, uang ini banyak dan diduga tidak jelas terhadap pengalihannya dan jika dilihat dari kondisi bangunan masjid korpri ini hanya sedikit perubahan dengan nilai uang sebesar Rp,1,2 miliar ini,” kata seorang PNS yang enggan namanya disebutkan, Sabtu.
Senada dikatakan Akin, seorang pegawai Pemkab Batanghari di facebooknya juga mempertanyakan hal yang sama, bahwa uang pembangunan masjid waktu itu dipotong dari para gaji guru dan PNS struktural lainnya. Sementara uang tersebut sudah dialihkan untuk pembangunan masjid korpri, namun jika dilihat dari kondisi masjid korpri saat ini tidak ada perkembangan.
” Masih  ingatkah kita akan pemotongan gaji guru dan ASN untuk  pembangunan mesjid agung dan ternyata pembangunannya tidak jadi dan dana nya konon di alih kan ke mesjid amal korpri tapi kondisi mesjid nya biasa aja, sementara di 2018 kita akan menjadi tuan rumah MTQ tingkat propinsi dan salah satu mesjid  ini akan  di gunakan untuk cabang perlombaan, perlu pencerahan dari pemirsa,” katanya.
Perlu diketahui, bahwa sebalumnya pengalihan uang tersebut sudah disepakati bersama oleh semua PNS. Bahwa sebelum dana tersebut dialihkan ke pengurus masjid korpri dan seluruh SKPD dipanggil dan dikumpulkan dan rapat dalam ruang pola kecil oleh mantan Bupati Batanghari waktu itu, Sinwan SH. Bahkan pada waktu itu,
Setelah itu, sempat diadakan rapat kembali, bahwa mayoritas PNS setuju menyumbangkan dana sumbangan mereka ke Mesjid Korpri. Sebab, Mesjid Korpri tersebut juga merupakan pembangunan untuk para PNS. Selain itu, pada saat ini juga mesjid tersebut sedang dalam proses rehab dan dinilai sesuai untuk diserahkan kesana.
Menurut informasi lainnya, bahwa sumbangan PNS itu sendiri hanya ditarik selama 10 bulan sejak bulan maret 2013 hingga Desember 2013. Total dana yang terkumpul sebanyak Rp1,8 miliar dan dana tersebut disimpan di Bank BRI dalam rekening Korpri. Untuk bunga bank dari dana tersebut sendiri terhitung sebanyak Rp 28.045.494 dan totalnya waktu itu uang tersebut menjadi lebih kurang sebesar Rp1,2 miliar.
Sementara itu, sumbangan pejabat untuk membantu membangun masjid pada waktu itu dipotong dari gajinya, seperti eselon IIb Rp200 ribu perbulan, eselon IIIa Rp100 ribu, pejabat eselon IV Rp50 ribu, PNS gol IV Rp30 ribu, PNS gol III Rp20 ribu, PNS gol II Rp10 ribu dan PNS gol I Rp5 ribu perbulan. (ono/tim)

LEAVE A REPLY