Kilas Balik : Zumi Zola dari Tanjab Timur Menuju Jambi

0
587

Jambi, fakta.co – Sejak kejadian operasi tangkap tangan oleh KPK terhadap 3 pejabat Provinsi Jambi dan satu anggota DPRD, nama provinsi Jambi langsung menjadi sorotan publik. Mata masyarakat langsung tertuju ke gubernur Jambi Zumi Zola. Apalagi publik tahu gubernur Jambi Zumi Zola sebelumnya adalah seorang pesohor atau artis yang pernah membintangi sejumlah sinetron dan film tersebut.

Masyarakat menanti klimaks dari KPK soal benar tidaknya Zumi Zola terlibat kasus suap RAPBD 2018 itu. Berkilas balik ke belakang, Zola sebelumnya adalah bupati Tanjung Jabung Timur Periode 2011-2016 itu ternyata penuh liku saat menapak kakinya ke Jambi sebahai gubernur muda.

Fakta.co mencoba merangkum kilas balik Zumi Zola saat dia memulai beradaptasi dan bersosialiasi dengan warga Tanjabtim untuk maju sebagai calon bupati hingga menjadi gubernur Jambi.

Awal tahun 2010, warga kabupaten Tanjab Timur dan juga masyarakat Jambi sempat heboh dengan akan majunya Zumi Zola sebagai calon bupati Tanjab Timur. Putra dari mantan gubernur Jambi Zulkifli Nurdin tersebut awalnya sempat diragukan track record-nya. Masyarakat setempat beranggapan karena Zola kala itu lebih banyak berdomisili di Jakarta dan sangat jarang ke tempat tanah kelahiran kakeknya, almarhum Nurdin Hamzah dan orangtuanya sendiri.

Selain itu, masyarakat setempat meragukan karena usianya terbilang masih muda. Sehingga ada yang berkata,” apa bisa Zumi Zola memimpin kabupaten Tanjab Timur?.

Tak terkecuali, Fakta.co sempat juga meragukan hal yang sama. Sehingga pada suatu waktu Fakta.co yang saat itu masih sebagai jurnalis di salah satu media cetak di Jambi di undang oleh tim suksesnya untuk meliput di salah satu gedung di Kecamatan Muarasabak Timur.

Ratusan orang tampak sudah berkumpul saat Zola datang. Zola datang tidak sendiri. Dia saat itu sudah di dampingi Afif, warga Muara Sabak yang kemudian hari, Afif menjadi ajudan pribadi Zola saat dia terpilih sebagai bupati dan berlanjut saat Zola menjadi gubernur.

Di gedung pertemuan itu tampak juga anggota DPRD Tanjabtim Yudi Hariyanto menemani Zola. Dalam pertemuan itu, untuk pertama kalinya fakta.co melihat dan menyaksikan Zola menjelaskan misi dan visinya jika dia terpilih sebagai bupati.

Berlanjut, setelah itu dengan diusung oleh empat partai yakni PAN, PDIP, PBB dan PDK, Zumi Zola yang berpasangan dengan Ambok Tang berhasil memenangkan pilkada kabupaten Tanjab Timur setelah mengalahkan pasangan M.Juber-M.Isroni dan Saifudin-Kaharudin.

Di pilkada tersebut, Zola di gugat oleh pasangan Juber-Isroni ke Mahkamah Konstitusi RI. Di MK Zola berhasil mematahkan segala apa yang dituduhkan kepadanya soal kecurangan.

Dan, ada kejadian yang membuat Zola tersenyum setelah dia dilantik sebagai bupati terpilih. Saat itu dia ditanya wartawan kesiapannya untuk menuju Jambi 1 atau gubernur Jambi.Tentunya pertanyaan itu rada konyol mungkin, karena dia baru saja dilantik. Dan, Zola menjawab,”aduh, saya kan baru saja dilantik. Jadi saya fokus di Tanjab Timur dulu.

Ternyata insting para jurnalis cukup kuat pada waktu itu, empat tahun kemudian, Zola menyatakan siap bertarung di Pilgub provinsi Jambi 2015 berpasang dengan Fahrori Umar sebagai calon wakil gubernur.

Lawan Zola di pilgub tersebut adalah Hasan Basri Agus(HBA) yang tak lain adalah incumbent dan berpasangan dengan Edi Purwanto. Suksesi di Jambi sempat memanas. Tim sukses kedua pasangan saat itu dengan berbagai cara dan trik untuk mencoba meraih simpati warga. Termasuk juga trik panas yang di lontarkan.Sehingga pola yang terakhir digunakan bagai bola panas.

Berdasarkan hasil penghitungan akhir Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jambi pasangan nomor urut 2, Zumi Zola-Fachrori Umar meraih suara terbanyak dengan 968.497 suara atau 60,25%. Sementara, pasangan nomor urut 1 Hasan Basri Agus-Edi Purwanto memperoleh 639.075 suara atau 39,75%.

Zola-Fachrori unggul di 8 kabupaten/kota, yakni di Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Muaro Jambi, Kota Jambi, Batanghari, Tebo, Bungo, dan Kota Sungaipenuh. Sementara Hasan Basri Agus-Edi Purwanto unggul di 3 kabupaten, yakni Sarolangun, Merangin dan Kerinci.

Pelantikan Zola-Fahrori di laksanakan di istana negara di Jakarta. Sebagian tim sukses ikut menyaksikan pelantikan tersebut. Dalam perjalanannya, aksi Zola awal bertugas menjadi gubernur banyak melakukan sidak. Samsat dan Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher adalah diantaranya. Aksinya itu banyak menimbulkam pro dan kontra.Karena setelah itu, puluhan honorer dilibas karena dianggap kerjanya tidak becus.

Namun, tidak sedikit pula yang memuji aksi coboynya tersebut. Karena menurut warga, selama ini belum pernah terjadi oleh pemimpin sebelumnya.Berjalannya waktu pula, sandungan yang cukup menohok adalah saat anak buahnya terjaring operasi tangkap tangan oleh KPK beberapa waktu lalu. Masyarakat Jambi terhenyak.Sampai saat ini proses hukum terus berjalan.Perjalanan Zola masih panjang.Akankah ini akan menjadi sandungan. Dan terhenti karirnya sebagai gubernur Jambi di separuh perjalanan jabatannya. Kita lihat saja.(ono)

LEAVE A REPLY