KPK Sebut Kasus Suap di Jambi Gunakan kode” Undangan” dalam Transaksi

0
1135

Jambi, Fakta.co РKomisi Pemberantas Korupsi(KPK) menyebutkan di kasus  suap pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Jambi 2018 yang melibatkan Erwan Malik, pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Jambi; Arfan, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Jambi; dan Saipudin, asisten daerah bidang III Pemprov Jambi sebagai tersangka pemberi suap serta Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Provinsi Jambi, Supriono, menggunakan bahasa isyarat atau kode untuk memuluskan aksinya.

KPK menduga terjadi penyerahan uang sekitar Rp 400 juta dari Saipudin ke Supriono menggunakan kode “undangan”, seperti di kutip dari Tempo.co, Minggu,31 Desember 2017 kemarin.

Keempatnya ditangkap melalui OTT pada 28 November 2017 di dua tempat, Jambi dan Jakarta. Suap diduga diberikan sebagai uang ketok atau uang pelicin agar anggota DPRD memuluskan proses pengesahan APBD, yang resmi disahkan pada Senin, 27 November 2017, senilai Rp 4,5 triliun.

Sampai saat ini KPK masih memeriksa sejumlah saksi untuk melengkapi berkas perkara kasus penyuapan yang membuat geger masyarakat Jambi tersebut.(ono)

LEAVE A REPLY