LSM GPKJ Batanghari minta CV Tunas Bulian tanggungjawab soal jalan rigit beton di Bathin XXIV

0
744
BATANGHARI,fakta.co  – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Pemantau Korupsi Jambi (GPKJ) Batanghari, meminta perusahaan CV Tunas Bulian bertanggungjawab soal pekerjaan jalan rigit beton sepanjang 400 meter di Desa Jangga Baru Kecamatan Bathin XXIV. Pada pekerjaan jalan rigit beton dengan menggunakan dana APBD Batanghari terindikasi melebihi batas kontrak yang telah ditentukan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Batanghari.
” Seharusnya kontrak pekerjaan jalan rigit beton ini berakhir pada tanggal 12 Desember, namun hingga saat ini masih di kerjakan oleh pihak rekanan. Mereka harus bertanggungjawab dalam pekerjaan ini,” kata Supan Sopian, Ketua LSM GPKJ Batanghari, Jumat.
Dia mengatakan, selain dengan melebihi tanggal kontrak yanh sudah ditentukan oleh pihak dinas, pekerjaan yang dilakukan oleh pihak rekanan juga diduga tidak sesuai dengan speak pekerjaa.
” Ada beberapa titik ketebalan jalan tersebut diduga tidak sesuai dengan ketebalan pada RAB bangunan. Dan seharusnya ketebalan pada rigit beton ini sekitar 18 sentimeter, namun ada beberapa titik tidak seauai bestek, ada yang 10 sentimeter dan ada yang ketebalannya sekitar 9 sentimeter,” ujarnya.
Senada apa yang dikatakan, Firdaus, Ketua PAC LMPI Batanghari, jika indikasi apa yang sudah disampaikan oleh Ketua GPKJ Batanghari ini benar. Segenap lembaga di Batanghari meminta pihak penegak hukum menindaklanjuti dugaan ini dan pihak rekanan diminta bertanggungjawab.
” Kita mempunyai wacana setelah tahun baru ini, kita akan mengadakan orasi di Kantor Bupati Batanghari dan Dinas PUPR Batanghari, kami meminta semua rekanan kedepan harus profisional dalam mengerjakan proyek di dalam wilayah Kabupaten Batanghari tahun 2018 nanti,” kata Firdaus.
Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Batanghari, Elvisina, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, dirinya sangat menyesalkan masih adanya proyek sampai akhir tahun 2017 ini masih ada yang belum selesai. Dan dia juga harapkan kedepannya hal seperti ini tidak terjadi lagi.
” Para OPD harus mengambil pelajaran dengan apa yang terjadi, dengan memilih pihak rekanan yang mengerjakan pekerjaan tersebut,” kata Elvisina. (her)

LEAVE A REPLY