Dua Kali Pipa Gas dan Minyak Bocor, Begini Pihak Petro China Menanggapinya

0
109

Muarasabak, Fakta.co – Diduga sudah dimakan usia sehingga pipa minyak dan gas milik Petro China dalam bulan Desember 2017 ini sudah dua kali mengalami kebocoran.

‎Diawal bulan Desember tepatnya pada tanggal 1, terjadi kebocoran pipa gas di Parit 8 Rt.17 dusun suka damai Desa Lagan Ulu. Kemudian terjadi lagi kebocoran pipa gas yang kedua pada tanggal  26 Desember 2017 di daerah Rt.32 blok E Kelurahan Pandan Jaya, Kecamatan Geragai kabupaten Tanjung Jabung Timur (tanjabtim) propinsi Jambi.

At‎as kejadian tersebut akhirnya pihak pemerintah kabupaten Tanjabtim melalui dinas yang terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup langsung memanggil pihak Petro China guna untuk mengklarifikasi dan meminta keterangan.

Pihak Pemkab Tanjabtim sendiri menilai Petro China kurang serius menangani permaslahan ini, sehingga pemerintah mendapatkan informasi kebocoran pipa minyak maupun pipa gas dari pemberitaan awak media.

Menurut keterangan Syaiful dan Thomas Edison sebagai goverment supertendent PT.Petro China mengatakan kejadian atau kebocoran pipa gas tersebur tidak membahayakan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Terkait pipa minyak yang bocor maupun kebocoran pipa gas tidak membahayakan bagi masyarakat karena keboran pipa gas kecil kadarnya nol dan tekanan nya rendah serta tidak berbau.dan untuk itu kami tetap membokade lokasi tersebut,” ujar Syaiful.

Terpisah, menurut keterangan Basuki selaku fifa plant maintenent yang berkompenten menyampaikan terkait kebocoran pipa gas tersebut menjelaskan, penyebabnya adalah repingnya yang rapuh dan berakibat terjadinya kebocoran pipa gas tersebut.

“Terkait pipa yang ada selalu didalam pengawasan rutin kami dan ditahun 2018 akan kami ganti ,”kata Basuki saat dalam temu wicara dengan pemkab Tanjabtim dan para awak media di Kampun‎g Ratu Talang Babat Tanjabtim, Kamis 28 Desember 2017.

Lain halnya dengan tanggapan para awak media dan pemerhati lingkungan Tanjabtim, terjadinya kebocoran diduga ‎besi pipa minyak dan pipa gas sudah tua dan sepantasnya untuk diremajakan karena sudah terlalu lama.

Namun hal tersebut dibantah oleh Basuki dan ia menjamin pipa yang ada itu bisa bertahan sampai15 tahun bahkan bisa lebih karena pipa tersebut menggunakan reping pada hal kondisi alam di Tanjabtim sebagian besar tanah rawa,gambut dan kadar asam yang tinggi.

Oleh sebagian warga dan pemerhati lingkungan hidup, apapun alasan dari pihak Petro China jangan selalu mengangap sepele terkait kebocoran pipa minyak.

Apalagi pipa gas yang berdampak sangat luas bagi keberlangsungan hajad hidup bagi masyarakat tanjabtim jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.(mahmud)

LEAVE A REPLY