Ketua PN Muarabulian minta masyarakat mampu menganalisa potensi dan sumber konflik

0
155
BATANGHARI, FAKTA.CO – – Ketua Pengadilan Negeri (PN) Muarabulian, Derman P. Nababan meminta seluruh masyarakat Batanghari mampu menganalisa potensi dan sumber konflik ditengah masyarakat di dalam wilayah Kabupaten. Hal ini disampaikan pada seminar Pendidikan Lanjutan Kader Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di Hotel Idola Muarabulian.
” Setelah mengikuti seminar ini, setidaknya para peserta mampu menganalisa potensi dan sumber konflik di tengah-tengah masyarakat, mampu mengevaluasi kebiasaan-kebiasaan yang dapat menimbulkan konflik, serta mempunyai pemahaman strategi untuk mengatasi situasi konflik,” kata Derman P. Nababan, Jumat.
Ia mengatakan, bahwa konflik itu bisa bersumber karena adanya hubungan, perbedaan data, kepentingan, structural dan nilai. Dalam menghadapi konflik, lebih penting mendengar daripada bicara, padahal kecenderungan orang adalah ingin selalu didengar, dan jangan sekali-kali memaksakan kehendak kepada orang lain.
” Ya, malahan ada pendapat keliru, yang mengatakan  Konflik jika dibiarkan akan selesai dengan sendirinya, bahkan yang paling utama dalam menyelesaikan konflik adalah memenangkannya dan yang paling ekstrim adalah sering berpikir antara masalah dan individu tidak ada bedanya,” ujarnya.
Dalam seminar tersebut, Pemerintah Kabupaten Batanghari dengan Thema Optimalisasi Penguatan Peran dan Fungsi Kader FKDM dengan topik yang sudab disampaikan mengenai “Manajemen Konflik”.
” Dengan penyampaian materi ini, setidaknya Bapak Ibu mempunyai paradigma yang lebih baik tentang “Manajemen Konflik”,” harapnya.
Menurut dia, konflik adalah Proses interaksi yang terjadi akibat adanya ketidak sesuaian dua pendapat atau lebih, yang berpengaruh pada pihak yang terlibat, baik positif maupun negative (Josep A. Devito, 1995). Dalam bentuknya yang paling dasar, konflik berkaitan dengan ketidak sepahaman. Jadi, konflik interpersonal merupakan bentuk ketidak sepahaman di antara orang-orang yang mempunyai ikatan.
Ada mitos yang diyakini sebagian orang, bahwa Konflik harus dihindari, Konflik tidak baik, merusak, berbahaya, negatif, irasional, Konflik tidak sesuai dengan prinsip keagamaan, akan tetapi pada kenyataannya Konflik bersifat natural tidak dapat dihilangkan. Konflik kadang bisa bermanfaat atau menjadi kekuatan positif bagi kelompok dalam pencapaian prestasi. Konflik bisa dikurangi, bahkan diselesaikan.
Tentunya dapat disadari bahwa akibat negative dari terjadinya konflik adalah Produktivitas menurun, waktu tersita, Proses pengambilan keputusan menjadi terhambat, Komitmen terhadap organisasi terganggu, bahkan terjadi ketegangan dalam lingkungan masyarakat atau organisasi, serta hubungan kerja yang buruk.
” Namun apabila konflik ditangani dengan baik, maka konflik bisa meningkatkan Motivasi dan kreativitas, memicu interaksi dan keterlibatan yang sehat dalam pekerjaan, Memiliki lebih banyak pilihan/alternative, Lebih bisa memahami orang lain, Orang lebih mampu menjelaskan gagasan-gagasannya, Perasaan-perasaan menjadi lebih tersalurkan atau terbuka,” jelasnya.
Lebih lanjut diterangkan bahwa ada beberapa gaya Konflik diantaranya AVOIDING, menghindar (tidak asertif, tidak kooperatif). Seseorang yang tidak mau membicarakan masalah-masalah yang menimbulkan konflik, maka berarti ia mengabaikan perasaannya sendiri dan juga perasaan-perasaan orang lain.
Bahkan, gaya konflik COMPROMISING, berkompromi/saling menyesuaikan diri (antara kooperatif dan asertif). Seseorang mencari suatu jalan tengah yang positif yang memenuhi sebagian kepuasan dari kedua belah pihak. Gaya Konflik ACCOMODATING membantu (kooperatif dan tidak asertif).
” Seseorang mencoba memuaskan perasaan orang lain dengan mengorbankan perasaannya sendiri. Gaya Konflik COMPETING, berkompetisi/bersaing (tidak kooperatif dan asertif). Berlawanan dengan accomodating, disini orang menggunakan apa saja yang kelihatan tepat untuk kepentingan dirinya sendiri,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk para peserta sejumlah 80 orang yang hadir pada FKDM Kabupaten Batanghari, Para Camat, Kasi Tantib, Polisi Pamong Praja, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat dan perwakilan Tokoh Adat Kabupaten Batanghari, juga hadir Kepala Kejaksaan Negeri Batang Hari Ibu Novika Muzairah Rauf, SH.,MH. (her)

LEAVE A REPLY