Disbudpar Promosikan Provinsi Jambi dalam MATTA Fair Kuala Lumpur

0
288

 Kuala Lumpur, FAKTA.CO – Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bersinergi dengan Kementerian Pariwisata berusaha meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia, khususnya ke Provinsi Jambi, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan perekonomian Provinsi Jambi. Untuk itu, Disbudpar Provinsi Jambi mengikuti misi promosi dengan mengikuti even Malaysia Tour and Travel Agency Association /MATTA Fair, yang dilaksanakan di dilaksanakan tanggal 8 s.d 10 September 2017 di Putra World Trade Center – Kuala Lumpur – Malaysia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, Drs. Ujang Hariadi yang sekaligus ketua rombongan mengatakan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah menetapkan target kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2017 ini sebesar 15 juta, dan untuk mencapai target tersebut Kemenpar menyusun berbagai strategi dan metode promosi pariwisata ke berbagai negara. Promosi yang dilaksanakan Kemenpar ini lebih memfokuskan pada sales mission (misi penjualan) untuk paket-paket wisata ke berbagai destinasi di Indonesia.

“Dalam draf APBN 2017 ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi mendapat dukungan dari Kemenpar untuk melakukan misi promosi ke salah satu negara di Asia Tenggara. Dan setelah mendapat masukan dari stakeholder pariwisata Jambi dan kordinasi dengan Kemenpar, kami menjatuhkan pilihan untuk mengikuti event Malaysia Tour and Travel Agency Association /MATTA Fair di Kuala Lumpur,” ujar Ujang Hariuadi.

Konsep yang diusung dalam MATTA Fair ini, lanjut Ujang Hariadi, adalah misi penjualan paket-paket wisata langsung kepada konsumen (Business to Costumers /B to C), yang mana memungkinkan travel agen Jambi untuk menjual langsung paket wisata Jambi (inbound package) ke para tamu yang datang pada event tersebut melalui local agent Malaysia.

“Dalam event MATTA Fair ini, Kementerian Pariwisata mengisi paviliun pameran dan memfasilitasi lebih dari 56 booth sektor pariwisata dari seluruh Indonesia yang terdiri dari a. Travel Agent, b. Usaha Perhotelan, c. Usaha Kreatif, dan d. Atraksi Budaya Indonesia. Sama halnya dengan daerah lain yang mengikuti even ini, Provinsi Jambi mengisi 3 (tiga) booth pameran yang digunakan oleh 2 (dua) travel agent Jambi dan 1 (satu) Disbudpar. Terdapat 3 (tiga) local agent Malaysia yang telah berafiliasi dengan travel agent Jambi yaitu; 1) CS Holidays, 2) Persada Global Holidays, dan 3) T Holidays.

Lebih lanjut, Ujang Hariadi menjelaskan, sesuai dengan arahan Kemenpar, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi meminta Badan Promosi Pariwisata Daerah Provinsi Jambi guna menentukan travel agen Jambi untuk mengikuti event tersebut. Secara umum tim Provinsi Jambi berjumlah 12 orang, yang terdiri dari 4 (empat) unsur yaitu; 1. Aparatur Pemerintah (PNS), 2. Stakeholder/Pelaku Pariwisata, 3. Buajng Gadis Jambi, dan 4. Media.

“Tim Provinsi Jambi terdiri dari : 1. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi ; 4 orang – Drs. Ujang Hariadi (Kepala Dinas / Ketua Rombongan) – Syafriani, SE (Kabid. Pamasaran) – Asep Firdaus ZM (Kasi Kerjasama dan Industri Pariwisata) – Sesde Seharja (Staf Bidang Pemasaran) 2. Stakeholder Pariwisata ; 5 orang – M. Ali Siwoon (Siwoon Tour & Travel) – Ade Rosmala Dewi (Aquavita Tour & Travel) – Pipit Prihartini (Bima Pratama Tour & Travel) – Dedi Warja (PHRI) – Tri Harsono (BPPD) 3. Bujang Gadis Jambi – Imam Kurniawan (Bujang Jambi) – Nurul Fitri (Gadis Jambi) 4. Media – Andri Wijaya (TVRI Jambi),” kata Ujang Hariadi.

Ujang Hariadi menambahkan, syarat dan Ketentuan Stakeholder MATTA dan ASITA telah bermitra lebih dari 10 tahun dalam mengembangkan bisnis pariwisata negara masing-masing. Salah satu diantaranya adalah MATTA Fair ini, dan pihak penyelenggara menentukan syarat dan ketentuan bagi peserta dari Indonesia (termasuk Jambi) yang ingin berpartisipasi dalam event tersebut. Aturan main yang diterapkan penyenggara diantaranya bagi travel agent luar yang ingin ikut serta dalam event ini diharuskan mempunyai partner bisnis dengan travel agent Malaysia yang akan menjual paket-paket wisata dari negara asal peserta. Hal ini dimaksudkan untuk “melindungi” travel agent anggota MATTA (yang telah bermitra dengan travel agent luar) dalam menjual paket outbound ke Indonesia, sehingga eksistensi bisnisnya tetap terjaga dan malah bertambah kuat.

Dalam Matta Fair, kata Ujang Hariadi, tim Provinsi Jambi berusaha memberikan penjelasan bahwa meskipun Jambi tidak mempunyai direct flight (penerbangan langsung) dari Malaysia seperti halnya Padang, Batam, Palembang, dan Medan tetapi masih dapat dijangkau dari kota-kota tersebut. “Dan dari pengamatan kami, wisatawan Malaysia memiliki ketertarikan terhadap budaya dan sejarah, religi, dan makanan tradisional,” ungkap Ujang Hariadi.

Selanjutnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi ini menyampaikan rekomendasi, yakni : 1.Ketersediaan paket-paket wisata yang dapat mengakomodir ketertarikan wisatawan Malaysia akan budaya dan sejarah, religi, dan kuliner khas. Pertimbangan lain dalam penyusunan paket wisata Jambi adalah pangsa pasar yang akan menjadi sasaran dan kebiasaan wisatawan Malaysia dalam merencanakan perjalanan wisata dari jauh-jauh hari, 2.Memberikan informasi yang komprehensif tentang alternatif penerbangan lanjutan ke Jambi dari kota-kota di Sumatera yang telah menjadi tujuan wisatawan Malaysia untuk mengurangi kesan “jauh”, 3.Menjalin marketing network (jaringan pemasaran) dengan tour operator Malaysia dalam menjual paket-paket wisata Jambi. (ono/ adv/hms)

LEAVE A REPLY