Santri di Tebo Belajar di Lantai dan Tidur Berdesakan

0
121
ilustrasi

Muaro Tebo, FAKTA.CO – Para Santri Pondok Pesantren Al Azizy harus belajar di lantai tanpa sarana yang memadai dan tidur berdesak-desakan. Pondok Pesantren yang terletak kurang lebih 1 km dari Kota Muaro Tebo terus berupaya agar proses belajar mengajar berjalan dengan kondisi seadanya.

Sejak didirikan tahun 2012 lalu, Santri sudah berjumlah sekitar 200 lebih berasal dari 6 Kabupaten di Jambi bertujuan untuk mencetak Hafiz Qur’an. Para Santri sudah rata-rata dapat menghafal 10 sampai 15 juz.

Menurut Pimpinan Ponpes Al Azizy Ustadz Abdul Aziz, S.Pd Al Hafiz, para Santri harus belajar di lantai asrama karena Musholah yang dijadikan tempat belajar sudah tidak dapat menampung lagi.

“ya inilah keadaannya karena tak muat lagi di Mushola jadi belajarnya di lantai, saya kuatir tahun depan kalau santri bertambah entah dimano belajarnyo” tutur Ustadz Abdul Aziz Al Hafiz

Selain itu para Santri harus berdesak-desakan dalam asrama saat waktu Istrahat tiba. 4 ruangan yang ada tak sanggup menampung para Santri.

“khususnya asrama Satriwan diisi sampai 30 Santri sampai berdesak-desakan, kadang pintunya harus dibuka karena kepanasan” lanjut Pimpinan Ponpes yang sudah 4 kali mewakili Tebo untuk Cabang Tahfiz dan Tafsir.

Walau kondisi apa adanya Pimpinan Ponpes bercita-cita ingin mencetak Hafiz Qur’an di KabupatenTebo.

“Program Kami Tahfizh Qur’an, belajarnya pagi dan malam sedangkan siang Program sesuai Kementerian Agama”. tutupnya. (FI)

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY