”Tangan Dewa” Ternyata Ide Kreatif dan Inovatif Asli Pemuda Penyengat, Desa Baru, Muaro Jambi

0
1241
Para Pencetus ide dan pengelola Pondok Lubuk Penyengat yang berlokasi di Desa Baru, Kecamatan Maro Sebo, Muaro Jambi./foto- budhi

Muaro Jambi, FAKTA.CO – Bermula pernah berkunjung ke Yogya dan melihat sejumlah destinasi wisata keluarga yang tergolong sederhana, Misran, pemuda warga Lubuk Penyengat, Desa Baru, Kabupaten Muaro Jambi berinisiatif untuk mencoba dan menerapkan apa yang di lihatnya selama berkunjung ke Yogya.

Sekembali dari Yogya, dia mengumpulkan teman-temannya untuk mewujudkan ide. Pada awal tahun 2017, berkumpullah beberapa temannya di rumah Sukirman. Ide Misran langsung di sambut baik teman-temannya.

”Dan, ternyata setelah kita berkumpul, banyak ide kreatif dan munculnya kreasi dari kawan-kawan untuk membuat atau membangun satu tempat wisata keluarga dengan nuansa yang berbeda dengan tempat kreasi lainnya di Jambi,”tutur Misran.

Setelah ada kata sepakat, maka untuk membuat tempat wisata bernuansa alami mereka memakai lahan atau tanah di belakang rumah Sukirman .”Ide Misran kita kombinasikan dengan ide-ide kreatif teman-teman. Maka terwujudlah tempat wisata keluarga dengan konsep sederhana.Kita buat pengunjung senyaman mungkin,”ujar Sukirman kepada FAKTA.CO di kediamannya.

Dengan bermodal urunan, maka pada saat itu terkumpullah uang Rp500 ribu. Dengan cara bergotong royong, pemuda-pemuda Lubuk Penyengat dengan semangat membuat sejumlah pondokan dan view untuk pengunjung bisa ber-selfi-ria.

”Kita memang sengaja membuat view yang bernuansa alami bagi pengunjung yang ingin selfi-selfi,”imbuh Sukirman.

Setelah beberapa pondokan dan view untuk memotret selesai, mereka kemudian memposting ke media sosial. Baik itu facebook, twitter,instagram dan lainnya.

”Ternyata setalah kita posting ke media sosial mendapat respon yang luar biasa dari masyarakat. Banyak yang bertanya,”itu lokasinya dimana,”. Dan, sejak itu banyak yang berkunjung ke tempat kami,”cerita Sukiran.

Dan, untuk menambah daya tarik dan menjadi icon-nya tempat wisata yang mereka buat, mereka membuat tangan raksasa yang di bangun di pinggir kanal. dan untuk memperindah dan membikin apik saat mengambil foto, mereka membuat semacam menara bagi pemotret.

”Itu,”Tangan Dewa” menjadi icon tempat wisata kami. Selain itu, kita juga menyediakan makanan khas dusun. Jadi bagi pengunjung yang datang ke sini merasa kampung sebenarnya. Semua kita upayakan se-asri dan se-asli-nya mungkin. Jadi pengunjung terkesan setelah pulang dari tempat wisata kami tersebut,”pungkas Sukirman.(ono)

LEAVE A REPLY