Pelaku Penusukan Brimob Diduga Terkontaminasi Paham Radikal dari Media Sosial

259
ilustrasi

Jakarta, FAKTA.CO –  Mulyadi (28), pelaku penusukan anggota Brigade Mobil (Brimob) di Masjid Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, selalu menceritakan Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan ideologi khilafah adalah hal yang baik.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan cerita itu selalu disampaikan Mulyadi saat bertemu dengan teman dan keluarga.

 

“(Mulyadi) selalu mengatakan bahwa ISIS itu baik, khilafah itu baik. Dia terus menyampaikan itu (saat bertemu dengan teman dan kakaknya),” kata Setyo di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/7).

Menurutnya, pemikiran Mulyadi mulai terkontiminasi paham radikal setelah menyaksikan konten-konten  yang tersebar di media sosial. Mulyadi ditengarai meyakini segala propaganda yang dilakukan oleh ISIS melalui media sosial, seperti melakukan penyerangan terhadap personel Polri dengan cara menusuk dan kemudian merebut sejatanya.

Setyo menduga, ketertarikan Mulyadi dengan ISIS telah berlangsung sejak 2016.

“Kelihatannya Mulyadi sudah terkontaminasi pemikirannya dengan media sosial tentang konten radikal,” tutur mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Keamanan Polri itu.

Sebelumnya, pelaku menyerang dengan menusuk dua anggota Brimob usai salat Isya di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan, Jumat (30/6). Kedua anggota bernama Ajun Komisari Dede Suhatmi dan Brigadir Satu M. Syaiful Bakhtiar saat itu tengah salat di saf ketiga dalam masjid.

Pelaku yang menyerang korban langsung melarikan diri ke arah Terminal Blok M. Ketika dalam pengejaran oleh anggota Brimob lain, pelaku diduga berbalik melawan dan kemudian berujung tembakan di bagian kepala dan dada.(ono)

 

 

Sumber : CNN Indonesia

LEAVE A REPLY