Diduga Oknum Guru Selewengkan Tabungan Siswa

0
409

Nipah Panjang, FAKTA.CO – Beberapa orang wali murid kelas 7A di MTSN 1 mempertanyakan jumlah penerimaan uang tabungan anaknya yang disimpan oleh salah satu wali kelas yang dianggap tidak sesuai dan disinyalir terjadi penyelewengan serta rawan penyimpangan sebab dari awal menabung siswa tidak dibekali dengan buku bukti tabungan.

Salah satunya Husni Tamrin, yang menyampaikan kekecewaannya terkait tabungan anaknya disekolah.

Saat disambangi dirumahnya (11/6), Husni menceritakan bahwa anaknya hampir setiap hari menabung rata-rata Rp 10.000,- kurang lebih selama satu tahun akan tetapi alangkah terkejutnya ketika uang tabungan dibagikan anaknya cuma menerima Rp 200.000,- maka dari itu Husni akan menuntut keadilan dan mengadukan hal ini kepada kepala sekolah ataupun pihak terkait.

” Padahal anak saya menabung hampir tiap hari rata-rata Rp10 ribu. Jika dihitung-hitung dikali kurang lebih 1 tahun berapa uangnya ? Kok saat anak saya terima uang hanya Rp 200 ribu. Rasanya itu tidak masuk akal, apalagi rencananya uang tabungan itu akan digunakan untuk kebutuhan lebaran anak saya dan keperluan sekolah, “jelas Husni.

Ditempat terpisah hal senada juga disampaikan Fitri, orang tua dari Tari yang merupakan Bendahara di kelas 7A yang hampir setiap hari menerima uang tabungan teman-temannya dan selanjutnya diserahkan kepada wali kelas.

Fitri (orang tua.red) juga menyampaikan kekecewaannya terkait persoalan tabungan disekolah, selain kecewa dengan jumlah nominal yang diterima, Fitri juga kecewa dan mempertanyakan terkait anaknya selaku Bendahara kelas yang terkesan dikambing hitamkan.

” Saya kecewa, padahal anak saya menabung hampir tiap hari rata-rata Rp 5000,- tapi kenapa sewaktu dibagikan anak saya cuma menerima Rp 200.000,- menurut perkiraan saya bisa lebih dari itu, apalagi ditambah anak saya yang terkesan dikambing hitamkan terkait permasalahan ini, “keluhnya.

Sementara itu Kepala MTSN 1 saat ditemui diruangannya (12/6), menyampaikan akan menindak lanjuti masalah ini dengan memanggil guru yang bersangkutan untuk mempertanyakan kemana uang tabungan itu, dan dengan segera mencari solusi terkait persoalan ini. ( Doni )

 

LEAVE A REPLY