Warga Mersam Tuding PT BEI Ingkar Laksanakan Reklamasi

0
294

Batanghari, FAKTA.CO – Warga Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari, Jambi, menuding pihak PT Bangunan Energi Indonesia (BEI) yang beroperasi tambang batu bara ingkar dari melaksanakan reklamasi. Padahal, sesuai perjanjian antara pihak perusahaan dan warga serta pemilik tanah sudah jelas, bahwa perusahaan akan segera melakukan penimbunan pada area bekas tambang.

” Tindakan PT BEI milik pengusaha asal India ini menyiksa rasa kecewa bagi warga dan pemilik tanah dan perusahaan ini sudah berulangkali mengingkari janji pada pelaksanaan reklamasi, padahal lokasi areal tersebut sudah dilakukan penambangan batu bara,” kata Rizal, warga setempat, Rabu.

Ditempat terpisah, Ismail, pemilik tanah mengatakan hal yang sama, bahwa perusahaan ini sudah berulang kali mengingkari perjanjian kerjasama terhadap pemilik tanah.

” Kami sudah puas diiming-imingi pihak perusahaan yang akan segera melakukan reklamasi pada areal yang sudah dilakukan penambangan dan saat ini areal bekas tambang tersebut kian memprihatinkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, luas lahan yang sudah dilakukan penambangan batu bara dan tidak dilaksanakan reklamasi tersebut seluas 12 hektar. Padahal perusahaan ini melakukan penambangan dimulai tahun 2011 sampai 2012 lalu.

” Coba bayangkan, sudah bertahun-tahun lokasi areal ini sudah seperti danau dan lubang-ubang besar hasil galian dibiarkan begitu saja tanpa direklamasi, yang jelas ini telah merusak lingkungan,” katanya lagi.

Menurut dia, sesuai dengan perjanjian kerjasama antara pihak perusahaan dan pemilik tanah, bahwa pada tahap pertama setelah dilakukan penambangan akan dilaksanakan penimbunan dan kedua akan ditanam kelapa sawit.

Ia menjelaskan, selain itu lahan areal pertambangan sekitar 1 hektar terhadap dirinya juga belum ada ganti rugi oleh pihak perusahaan. Dan sebelumnya pihak anggota DPRD Batanghari sempat turun kelapangan dan memprotes kinerja pihak perusahaan karena tidak melakukan penimbunan lubang-lubang yang menganga di areal yang sudah dilakukan penambangan.

Ditempat terpisah, Kepala Desa Mersam, Sopuan Ansori membenarkan, bahwa pihak perusahaan ingkar dari perjanjian terhadap pemilik tanah untuk melaksanakan reklamasi dan saat ini lokasi areal tersebut kian memprihatinkan.

Sementara itu, terkait dengan permasalahan ini, Humas PT BEI, Burhanuddin belum berhasil untuk dimintai keterangan. Bahkan, ketika dihubungi Via Ponselnya aktif, namun tidak ada respon dari via ponsel tersebut. (her)

LEAVE A REPLY