Begini Curahan Hati PSK di Bulan Ramadan Ini

0
927
ilustrasi

Kota Jambi, FAKTA.CO – Raut wajah cemas dan sedikit gelisah kala sejumlah wanita-wanita pekerja seks komersial(PSK) ini bila berbicara bulan suci ramadan.

Kegelisahan mereka rasakan saat membayangkan di bulan puasa sebulan penuh itu, PSK yang kerap mangkal di depan Hotel Novita, Kota Jambi tidak bisa mencari uang dari hasil menjual tubuh mereka.

‘Yang pasti kami selama bulan puasa tidak bisa mencari uang bang,’kata wanita malam berinsial I kepada FAKTA.CO pada suatu malam.

Menurut wanita yang berparas manis tersebut, mereka takut jika dipaksakan tetap beroperasi mencari pria hidung belang pada bulan suci umat Islam itu akan terjaring operasi yang dilakukan Satpol PP dan juga petugas Trantib dari Kecamatan Pasar.

‘Resikonya besar bang. Kami takut tertangkap petugas,’ujar S, PSK lainnya.

Untuk menutupi biaya hari-hari selama bulan ramadan, kata S yang berasal dari Kabupaten Tanjab Timur, jauh-jauh hari mereka sudah mengumpulkan uang.

‘Yah…terkadang ada juga pelanggan kita yang berbaik hati, sebelum lebaran mereka memberi uang untuk keperluan belanja dapur. Tapi, itu pun jarang-jarang,’tutur S.

Berbeda dengan sejumlah PSK yang biasa beroperasi di panti pijat dan karaoke, mereka rata-rata pulang kampung. Karena rata-rata mereka berasal dari luar Provinsi Jambi.

‘Tiga hari sebelum puasa kami pulang bang,’ucap AN, salah seorang pemandu lagu di salah satu tempat karaoke di daerah Talang Banjar.

Nanti, lanjutnya, seminggu setelah lebaran baru dia dan teman-temannya kembali ke Jambi. AN dan sekitar 7 orang temannya mengaku pulang ke Bandung, Jawa Barat. Daan, selama di sana mereka akan menghabiskan waktu bersama keluarganya.

‘Kumpul dengan keluarga terutama anak-anak. Karena sudah hampir 1 tahun ini saya nggak pulang bang,’kata AN kepada FAKTA.CO beberapa waktu lalu.

Di akuinya, dia dan teman-temannya memang sudah mempersiapkan dana untuk menghadapi bulan puasa dan hari lebaran nanti. Karena selama sebulan penuh itu, tempat usaha esek-eseknya tutup total.

‘Yah, itu mungkin bedanya kami yang dari pulau Jawa dengan teman-teman asli Jambi. Kalau kami dua bulan sebelumnya memang mempersiapkan untuk pulang kampung,’pungkas D, teman AN dengan sumringah karena sebentar lagi dia akan bertemu anaknya di Indramayu, Jawa Barat.(ono)

LEAVE A REPLY