Terlibat Tindak Pidana dan Pelanggaran Disiplin Berat, Empat Anggota Polda Jambi di Pecat

0
126

Jambi, FAKTA.CO — Akibat melakukan tindak pidana dan pelanggaran disiplin anggota Polri. Empat Anggota polda Jambi harus terpaksa dilakukan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

Upacara PTDH dilaksanakan di Lapangan Mapolda Jambi dan langsung di pimpin oleh Kapolda Jambi, Brigjen Pol Priyo Widyanto. Upacara PTDH tersebut telah melalui proses sidang komisi kode etik (KKE) profesi Polri di Polda Jambi, yang memutuskan empat orang personel tersebut sudah tidak layak lagi untuk menjalankan profesi kepolisian.

Keempat orang personel Polda Jambi dipecat dari kedinasan sebagai anggota Polri yakni Brigpol MA, Brigpol AS, dan Brigpol ASY yang merupakan anggota Yanma Polda Jambi, serta Briptu PTGS yang merupakan anggota Direktorat Sabhara Polda Jambi.

Dalam sambutannya Kapolda Jambi mengatakan, upacara PTDH tersebut merupakan tindak lanjut keputusan pimpinan dalam rangka merealisikan terwujudnya supremasi hukum internal di lingkungan Polri.

Lanjut Kapolda Jambi mengatakan PTDH ini merupakan keputusan yang dilematis, karena saat ini Polri masih kekurangan personel. Namun demikian, dirinya mengharapkan hal ini dapat dijadikan cambuk bagi personel lainnya, serta untuk memberikan rasa keadilan.

Kapolda berharap, agar personil yang terkena PTDH, agar dapat menerima dengan lapang dada dan menerima keputusan tersebut.

“Saya berharap ini menjadi pelajaran bagi kehidupan saudara di masa yang akan datang,” pesannya, Selasa (23/5).

Kapolda berpesan kepada personil dan aparatur sipil negara (ASN) Polda Jambi lainnya, agar kejadian tersebut tidak terjadi di masa yang akan datang. Selain itu dirinya menegaskan kepalda personel dan ASN Polda Jambi untuk tidak melakukan perbuatan tercela yang dapat merusak nama baik institusi Polri.

“Saya juga akan tetap berkomitmen dalam pelaksanaan reward and punishment, dengan memberikan penghargaan bagi yang berhasil dalam melaksanakan tugasnya, dan memberikan hukuman bagi yang terbukti melakukan pelanggaran. Sanksi akan diberikan sesuai aturan dan tidak dapat di tawar-tawar,” pungkasnya.(yan)

LEAVE A REPLY