Ternyata, Ujian Nasional di Tebo tidak didukung anggaran logistik

0
61
foto-rafi

Muaro Tebo, FAKTA.CO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo baru menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) sekolah tingkat atas dan sekolah pendidikan dasar tanpa didukung anggaran logistik, namun UN tetap berjalan sukses.

Kepala Disdikbud Tebo Zulkipli, SPd,M.Si melalui Kepala seksi (Kasi) Kurikukum Pendidikan Dasar (Dikdas) Firdaus, Rabu (17/5) kemarin saat dikonfirmasi di kantornya mengatakan bahwa meskipun terkendala anggaran dalam penyelenggaraan UN sebanyak 3447 siswa Sekolah Menengah Umum (SMU) sederajat dan sebanyak 7084 siswa Sekolah Dasar, namun pelaksanaan UN tetap jadi perioritas dan berjalan lancar.

“Kendala anggaran pelaksanaan UN tersebut,” ujarnya.

Lanjut Firdaus, berawal dari perubahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beberapa waktu lalu, jika anggaran logistik UN pendidikan menengah pos anggarannya ada di Diknas Provinsi Jambi seperti Lembar Jawaban Kertas (LJK) maupun LJK susulan, Naskah ujian dan naskah ujian susulan, berita acara, dan absensi.

“Belum lagi masalah pembuatan induk soal dengan waktu yang terbatas selama tujuh hari menjelang UN harus sudah siap dicetak di Jambi, tentu semua ini membutuhkan biaya tidak sedikit, semua biaya anggaran untuk penyelengaraan UN pada tingkat Dikmen maupun Dikdas terpaksa ngebon dulu dengan percetakan, “keluh Firdaus. Firdaus menambahkan, Dikbud Tebo berharap kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tebo selaku kontrol pengawasan dan penganggaran bisa mencarikan solusi untuk kedepan.

Terpisah, Ketua Komisi I Bidang Pendidikan dan Hukum, Nuryanto saat dikonfirmasi Aksipost Rabu (17/5) kemarin via sambungan telpon mengatakan, pengajuan anggaran untuk kebutuhan logistik UN semula dianggarkan oleh provinsi kini di kembalikan ke kebupaten/kota belum bisa di lakukan oleh dewan, karena aturan tersebut dianggap masih belum ada kejelasan dan harus ada payung hukum yang jelas.

“Meski begitu hal tersebut akan kita lakukan kordinasi dengan dinas terkait untuk sama-sama mencari solusinya supaya pengadaan logistik UN nantinya bisa dianggarkan kembali oleh Pemerintah Kabupaten Tebo, ” pungkas Nuryanto. (FI)

LEAVE A REPLY