Polresta Ungkap Kasus Ilegal Logging Serta Amankan 1 Unit Mobil Truck

0
77

Kota Jambi, FAKTA.CO – Kepolisian Resort Kota (Polresta) Jambi mengekspos terduga tersangka kasus ilegal Logging yang berhasil diungkap Polresta Jambi. Ekspose atau gelar perkara di halaman Mapolresta​ Jambi jalan Bhayangkara No.1, Talang Banjar, Jambi Timur​, Kota Jambi, Senin (8/5) kemarin.

Ekspose yang dipimpin langsung oleh Waka Polresta Jambi AKBP Sri Winugroho didampingi oleh Plt Kasubbag Humas, Brigadir Alamsyah menghadirkan satu orang tersangka dan Barang Bukti hasil tindak pidana.

Pada kesempatan tersebut, Waka Polresta Jambi AKBP Sri Winugroho mengatakan pihaknya berhasil mengamankan pelaku yang terduga ilegal logging di areal hutan yang terletak di sekitar Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi beberapa waktu lalu.

“Ilegal loging ini kami dapat satu perkara, dengan tersangka berinisial KT alias D. Barang bukti yang berhasil diamankan 1 Unit Truck dengan muatan kayu kurang lebih Sembilan Meter Kubik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, hasil ini didapatkan di sekitar Sungai​ Gelam yaitu sudah masuk wilayah Muaro Jambi, untuk pengangkutannya dia memasuki wilayah Polresta Jambi.

“Ini merupakan hasil dari pantauan Tim Patroli kami, ada yang menggunakan pakaian dinas dan ada juga yang menggunakan baju preman,” tambahnya.

Diceritakannya, pihak kepolisian melakukan pengejaran, Tim yang melakukan pengejaran dan didapatlah Satu Unit Mobil Truck dengan 9 M Kubik kayu tanpa dilengkapi dokumen.

“Mungkin ini untuk menyetor ke sawmill-sawmill yang ada di wilayah hukum Polresta Jambi. Hasil perambahannya pelaku masuk di wilayah Sungai Gelam. Kalau hasil pemeriksaan penyidik pengakuan dari tersangka baru satu kali melakukan,” jelasnya.

Atas perintah dari Kapolda juga pihaknya akan mendalami perkara ini dan akan mencari siapa oknum-oknum yang berada di belakang kegiatan ilegal logging ini.

Kapolda Jambi Brigjen Pol Priyo Widyanto membenarkan penangkapan ini. “Pelaku dijerat dengan Pasal 82 Ayat 1 huruf b dan c dan/atau Pasal 84 Ayat 1 uu nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, dengan ancaman 5 tahun penjara,” tegasnya. (Yan)

LEAVE A REPLY