Solusi Konkrit Perbaikan Jalan Penerokan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi

0
608

Terkait Kerusakan Jalan di Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi

Oleh : M. HAFIZ, S.T. (Staf Dinas PU-PR Prov. Jambi)
Jalan merupakan prasarana untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Peningkatan pembangunan diiringi dengan peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar perdagangan antar daerah. Menyadari betapa pentingnya kelancaran sarana transportasi, khususnya jalan raya, maka Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah Provinsi serta Kabupaten Kota terus mengadakan perbaikan dan penambahan sarana dan prasarana kebutuhan arus lalu lintas sesuai dengan perkembangannya.

Adanya sarana dan prasarana transportasi yang berkembang tersebut, bisa diambil keuntungan namun dibalik semua itu apabila tuntutan akan sarana dan prasarana tersebut tidak dapat memberikan pelayanan yang optimal, maka akan timbul berbagai macam masalah lalu lintas, diantaranya kurang optimalnya pelayanan ruas jalan tersebut.

Telah diketahui bersama keberadaan jalan raya sebagai prasarana transportasi darat adalah suatu hal yang sangat vital. Banyak aspek kehidupan yang terkait didalamnya. Diantara aspek tersebut adalah meliputi aspek ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan, sosial politik dan lingkungan.

Berkembangnya angkutan darat, terutama kendaraan bertonase berat yang mengangkut berbagai komoditi bahan makanan dan minuman, pengangkut CPO, pengangkut Batu Bara meliputi jenis ukuran dan jumlah kendaraan telah memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan transportasi di suatu daerah, baik di Kota maupun di Kabupaten.

Salah satunya dapat terlihat di Kabupaten Muaro Jambi, sebagai contoh pada ruas jalan Simpang Penerokan menuju Sungai Bahar dengan panjang jalan keseluruhan mencapai 28,283 Kilometer. Sedangkan dalam kondisi rusak ringan mencapai 9,67 kilometer dan dalam kondisi rusak berat mencapai 6,23 kilometer. Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan yang cepat sehingga tidak terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Muaro Jambi khususnya di Sungai Bahar.

Untuk menjadikn jalan tersebut mantap dibutuhkan dana sebanyak Rp. 119,250 Milyar dengan perkerasan tipe Rigid Pavement (beton), sedangkan di Tahun 2017 ini dialokasikn dana sebanyak Rp. 32 Milyar sehingga dana tersebut hanya mampu mengakomodir perbaikan jalan sepanjang 4 kilometer dari panjang kerusakan berat yang mencapai 6,23 kilometer.

Solusi yang dapat dilakukan saat ini adalah mesti adanya dukungan dan kerjasama dari beberapa perusahaan pabrik kelapa sawit, PTP VI dan PT. BDU asiatic serta pabrik yang ada di sekitar atau diruas jalan yang mengalami kerusakan berat tersebut untuk melakukan perbaikan terlebih dahulu pada perkerasan dasar dengan menggunakan lapis pondasi jalan dengan agregat kelas A dengan ketebalan 20 Cm untuk suatu lapisan di bawah lapisan beraspal dan Lapis pondasi agregat kelas B dengan ketebalan 30 Cm untuk lapis pondasi untuk bahu jalan tanpa penutup aspal.

Sedangkan untuk lapis perkerasan kaku (rigid pavement) perencanaannya minimal dengan umur rencana jalan 20 (dua puluh) tahun mendatang dengan mengacu paling tidak dengan pedoman perencanaan perkerasan jalan beton semen Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah Tahun 2003 (Pd T-14-2003) dan perencanaan kapasitas jalan menurut Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.

Dengan melihat kondisi kerusakan pada ruas jalan penerokan menuju Sungai Bahar maupun sebaliknya, maka dapat disimpulkan bahwa perbaikan jalan tersebut yang mayoritas dilalui oleh kendaraan bertonse berat dapat direncanakan dengan menggunakan tipe perkerasan kaku (rigid pavement) yang merupakan solusi alternatif guna meningkatkan mutu pelayanan serta kenyamanan para penggunan jalan. Sedangkan untuk perencanaan tebal perkerasan kaku dapat mengacu pada American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO) serta spesifikasi yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI.

LEAVE A REPLY