Kesbangpol Batanghari Gelar Sosialisasi Cegah Radikal dan Anti Pancasila

0
186

Muarabulian, FAKTA.CO -Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Batanghari kembali mengelar kegiatan sosialisasi pencegahan radikalisme, terorisme dan anti pancasila. Kegiatan yang bertema ” NKRI Harga Mati” di ikuti sebanyak 65 orang yang terdiri dari unsur Siswa/Siswi tingkat SLTA Sederajat, Santri/wati pondok pesantren, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, babinsa, babinkamtibmas, dan unsur pemerintah kecamatan.

Kegiatan sosialisasi di awali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kemudian dilakukan pembacaan laporan tentang kesiapan acara sosialisasi ini langsung oleh Ketua Penyelenggara Kegiatan, Ansori, SP.

Kejaksaan Tinggi Provinsi Jambi, Susilo, SH, selaku pemateri menyampaikan materi seputar persoalan dalil dalil yang seringkali disalah artikan dan dijadikan dasar oleh para pelaku radikal dan teror, kemudian biasanya para pelaku aksi radikal dan teror hanya mengambil potongan ayat ayat dari Al- Qur’an tersebut yang terjemahannya dapat bermakna keras dan itulah yang dijadikan sebagai dasar kedok kegiatan para radikalisme dan terorisme.

Adapun pemateri lainnya, yaitu pihak Kesbangpol Batanghari mengundang narasumber dari Badan Kesbangpol Provinsi Jambi, Kabinda Provinsi Jambi Redi Asri SH, MH dengan memberi materi berjudul jaringan teroris yang ada di Indonesia dan Kabid Penanganan Konflik dan Masalah Aktual Kesbangpol Provinsi Jambi, Sigit Eko Yuwono dengan materi berjudul Implementasi PP No. 2 Tahun 2015 tentang peraturan pelaksanaan UU No. 7 Tahun 2012 tentang penanganan konflik.

Sementara itu, Danramil Muara Bulian Kapt. Inf. Darmil juga menyampaikan, fungsi TNI sesuai UU No. 34 Tahun 2004, salah satu poin peran fungsi TNI adalah untuk menangani permaslahan terorisme. Karena terorisme termasuk dalam ancaman yang dapat mengganggu stabilitas keamanan baik dari dalam maupun luar negeri.

” Kita juga diminta peran serta Masyarakat dalam membantu para aparat keamanan dalam mencegah dan menangani segala permasalahan yang bersifat radikal, teror hingga aktivitas aktivitas yang tergolong kelompok anti pancasila, agar stabilitas keamanan dalam maupun luar negeri dapat terjaga.” Ajaknya.

Hal yang sama juga disampaikan, oleh Kapolres Batanghari dalam hal ini diwakilkan oleh KBO Intelkam Polres Batang Hari, Iptu Sulhadi. ia menyampaikan tentang penjelasan dari sikap sikap yang bersifat radikal yang ada di tengah masyarakat. ” Pada umumnya segala macam bentuk ajakan maupun provokasi yang bersifat kekerasan untuk mencapai suatu tujuan tertentu itu semua dapat dikelompokkan kedalam tindakan radikal.” katanya. (her)

LEAVE A REPLY