Surat Kabar di AS Bertumbangan, Bagaimana di Indonesia?

0
175
ilustrasi

Jakarta, FAKTA.CO – Kemajuan tehnologi yang begitu pesat di berbagai bidang, diakui mempunyai peran penting dan memberi kontribusi positif.

Tak terkecuali di bidang informasi, ini terbukti menjamurnya media online bak di musim penghujan. Ada jutaan media online di dunia. Akibat perkembangan pesatnya tehnologi informasi, berita di seluruh penjuru dunia dalam hitungan detik sudah dapat di ketahui oleh masyarakat.

Kecepatan informasi di media online menjadi alasan utama sebagian masyarakat memilih. Akibatnya, banyak surat kabar yang dalam perjalanannya rontok tidak bisa bersaing dengan media online. Termasuk di Amerika Serikat.

Seperti di lansir TEMPO.CO, pada 4 April 2017 kemarin, lebih dari separuh pekerjaan di surat kabar Amerika Serikat (AS) telah hilang sejak 2001. Penurunan itu diringi peningkatan tenaga kerja di perusahaan berbasis Internet.

Berdasarkan data dari Biro Statistik Ketenagakerjaan (Bureau of Labor Statistics/BLS) menunjukkan, pekerja surat kabar di AS turun dari 412 ribu pada Januari 2001 menjadi 174 ribu pada September 2016. Artinya, selama 15 tahun, sekitar 230 ribu orang di media cetak AS kehilangan pekerjaan, seperti dikutip ANTARA.

Sebaliknya pada perusahaan Internet dan portal jumlah pekerjaan terus bertambah. Semula jumlahnya 67 ribu pada 2007, menjadi 206 ribu pada 2016.

Angka tersebut menegaskan pergolakan besar di industri informasi, tepatnya peralihan dari media cetak ke media daring memaksa pemangkasan tenaga kerja dalam jumlah besar di versi cetak.

Laporan yang sama menunjukkan bahwa jumlah perusahaan industri surat kabar turun 18 persen dari 9.310 pada 2001 menjadi 7.623 pada tahun lalu. Sementara itu, jumlah publikasi dan portal pencarian web di Internet melonjak 150 persen dari 2007 menjadi 13.924 tahun lalu.

Laporan yang dilansir AFP pada Senin, 3 April 2017 ini juga menunjukkan penurunan tiras majalah, penerbitan buku dan siaran radio. Sedangkan pekerjaan di industri televisi tercatat hampir stabil sejak 2001.

Bagaimana di Indonesia, sejak beberapa tahun ke belakang, sejumlah media media cetak negeri ini yang tutup. Surat kabar Jakarta Globe tutup. Dan akhir menyusul Sinar Harapan pamit pada pembacanya untuk selamanya. Sinar Harapan sudah mengumumkan kapan edisi terakhirnya terbit, beberapa waktu sebelumnya.

Untuk mengantisipasi, rata-rata pemilik surat kabar juga membuat media online. Jadi ketika, surat kabarnya tidak terbit lagi, mereka sudah punya media pengganti. Jika merunut ke depan, masihkah surat kabar pada 10 tahun mendatang dapat bertahan?.Waktu yang akan membuktikan.(ono)

LEAVE A REPLY