Apa Itu Air Keras?

0
636
foto-net

FAKTA.CO – Kejahatan dengan menggunakan air keras sudah sering terjadi. Terakhir ini korbannya adalah Novel Baswedan, penyidik KPK yang disiram air keras oleh orang tak di kenal,Selasa 11 April 2017. Akibat dari efek air keras tersebut, saat ini Novel masih di rawat di rumah sakit.

Ternyata sejumlah peristiwa kejahatan yang terjadi, pelaku lebih memilih air keras sebagai senjata untuk melukai bahkan lebih kejam membunuh korban secara perlahan dengan menyiram air keras ke titik tertentu ke tubuh korbannya.

Dan, berikut ini FAKTA.CO mencoba mencari tahu, apa itu air keras, dan apa pula efek serta manfaat air keras tersebut.

Baca juga – Ihh..Ngeri, Ini Foto-foto Korban Disiram Air Keras

Air keras adalah larutan asam kuat yang cukup pekat. Bila air keras mengenai kulit, akan timbul nyeri hebat, bahkan kulit akan mengalami luka bakar. Contoh air keras adalah asam sulfat yang dipakai untuk aki, asam klorida untuk membersihkan permukaan logam sebelum disoldir, asam nitrat untuk menguji logam mulia, dan asam fosfat untuk membuat garam fosfat, seperti di kutip dari Wikipedia.

Air keras sendiri terdiri dari beberapa macam, di antaranya adalah asam sulfat (H2SO4) yang memiliki manfaat untuk pemrosesan sintesa kimia, bijih mineral, pengilangan minyak, dan juga seringkali dimanfaatkan untuk pemrosesan air limbah serta asam klorida (HCl) yang sering digunakan dalam berbagai macam proses industri, seperti menghilangkan karat atau melarutkan berbagai jenis logam. Asam klorida juga merupakan zat alami yang diproduksi dalam perut untuk menghancurkan bahan makanan yang masuk ke dalam usus, seperti di lansir Tempo,co

Ketika kulit terpapar kepada cairan asam klorida, maka akan menyebabkan kulit terbakar karena sifatnya yang korosif. Asam klorida juga dapat mengakibatkan kerusakan organ pencernaan jika tertelan dan menyebabkan kebutaan apabila mata terpapar langsung kepada cairan tersebut.

Tidak hanya berbahaya pada bagian luar tubuh, uap yang dihasilkan asam klorida pekat juga dapat menyebabkan batuk, napas pendek, kejang pada otot tenggorok, nyeri pada saluran pernapasan, serta merusak paru-paru secara permanen jika terhirup dalam jangka waktu lama.(ono)

LEAVE A REPLY