BLH Merangin Tegur Perusahaan PT AWI, Apa Masalahnya?…

0
339

Merangin, FAKTA.CO – Tidak hanya belum pernah menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Perpajakan ke pemerintah Merangin, limbah PT Agro Wijaya Industri (AWI) juga mencemari Sungai Abu Desa Koto Rayo, Kecamatan Tabir.

Tercemarnya sungai yang bermuara di ungai Aur ini diduga telah lama terjadi, sebab hasil uji labor Badan Lingkungan Hidup (BLH) Merangin ke Provinsi Jambi keluar setelah tiga bulan, beberapa waktu lalu.

Kepala BLH Merangin Zulhifni saat dihubungi via ponsel Senin (27/3), membenarkan bahwa limbah PT AWI sudah mencemari aliran Batang Sungai Abu, sejauh ini kata Zulhifni pihaknya sudah menegur pihak yang bersangkutan.

“Memang sudah mencemari lingkungan suangi abu, pihaknya sudah kami tegur. Yang namanya limbah kalau sudah mencemari tentu fatal, tentu kita surati, sejauh ini kami masih menunggu perbaikan dia (PT AWI-red),” ujar Zulhipni.

Dikatakan Zuhipni, sejauh ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan DPRD Merangin melalui komisi II, BLH dan komisi II kata Zulhifni dalam waktu dekat akan turun langsung untuk mengecek kelapangan.

“Rencananya kami mau mengecek kelapangan, kan ada proses masalah limbah ini, saya juga sudah lapor dengan DPRD, rencana saya dan DPR akankelapangan kelokasi perusahaan itu. Kalau hitungan limbahnya saya tidak tahu, yang lebih tahu Kasi saya,” beber Zulhipni.

Sementara itu, Kasi Kajian Dampak Lingkungan BLH Merangin mengatakan bahwa PT AWI belum memiliki izin pembuangan limbah cair dari intasi terkait.

“Mereka belum memiliki izin pembuangan limbah cair, kalau mereka sudah memiliki izinya tentu ada ketentuan ketentuan, sekarang kita melakukan pembinaan karena mereka baru beroperasi,” katanya.

Saat ditanya setinggi apakah baku mutu dan kadar limbah yang mencemari aliran Sungai Batang Abu, Totok mengatakan bahwa kadar lemak dan minyak ada didalam hasil uji labor yang dilakukan.

“Baku mutunyakan dari limbah perusahaan, tentu baku mutunya dilihat dari lemak dan minyak, kadar minyak dan lemaknya tidak terlalu tinggi. Tetapi ada. Diperairan biasapun kami temukan, namun tidak setinggi limbah pembuangan,” sambungnya.

“Kami pemerintah daerah tetap akan melakukan pengawasan, setelah ini akan kita awasi lagi, saat kami klarifikasi ke perusahaan mereka katanya belum membuang limbah, karena mereka belum memiliki izin pembuangan limbah cair,”tutupnya.(ono)

LEAVE A REPLY