Kepala SMK-PPN Jambi Akan Panggil Ketua Komite Soal Pungut Uang Pada Siswa

0
267
ilustrasi

Muarabulian, FAKTA.CO – Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Jambi di Kelurahan Jembatan Mas, Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari, Harry Hariyadi akan memanggil ketua komite, Ali Imron soal pungutan uang sebesar Rp100 ribu persiswa. Terkait persoalan ini dirinya tidak mengetahui secara pasti untuk apa uang tersebut digunakan oleh pihak komite.

” Ya, insyaallah saya akan panggil ketua komite dan panitia dalam pemungutan uang terhadap siswa ini. Dan selama ini saya kurang paham, saya baru saja di tugas kan di SMK PP sebagai pelaksana tugas kepala,” kata Harry Hariyadi, Sabtu.

Ketika ditanya mengenai informasi uang pungutan tersebut digunakan untuk perbaikan musollah sekolah,? Dia membenarkan, dan persoalan ini akan di pertanyaan lagi kepada komite dan panitia yang terlibat dalam pembangunan musollah ini.

” Kalau bisa tolong konfirmasi langsung kepada ketua komitenya, nanti saya akan mempertanyakan lagi soal pungutan itu,” ujarnya.

Salah seorang orang tua siswa yang namanya enggan disebut juga mempertanyakan uang pungutan tersebut. Pasal, menurut dari keterangan pihak sekolah bahwa dana ini akan digunakan untuk perbaikan musollah.

Ia mengatakan, pungutan yang sudah dilakukan oleh pihak sekolah sebesar Rp100 ribu persiswa dan jumlah siswa yang sudah dipungut dikabarkan lebih kurang sebanyak 400 siswa.

” Nah, jika di totalkan uang yang sudah dipungut itu tidak sesuai dengan perbaikan musollah sekolah ini. Kami melihat perbaikan musollah ini tidak memakan biaya yang begitu banyak dibandingkan total uang yang sudah siswa bayar,” katanya.

Disamping itu, pemungutan tersebut juga menjadi pertanyaan banyak pihak, baik itu wali murid dan juga warga yang tinggal tidak jauh dari sekolah setempat.

Senada dikatakan warga setempat, Adi mengatakan, siswa yang sudah membayar uang tersebut di perkirakan lebih kurang sebanyak 400 orang siswa dan ini dinilai tidak sesuai dengan alasan pihak sekolah dalam menggunakan uang pungutan tersebut.

” Alasan pihak sekolah untuk perbaikan musollah dan kalau dilihat dari nilai uang yang sudah di pungut tersebut sangat tidak etis dengan perbaikan musollah yang sudah dilakukan oleh pihak sekolah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terkait masalah pungutan ini sudah menjadi buah bibir dikalangan sekolah, warga dan juga orang tua siswa. Dan kabar dari masalah ini akan ditindaklanjuti oleh lembaga masyarakat kepihak instansi Pemkab Batanghari, guna mengklarifikasi persoalan ini.

Sementara itu, Zulpadli, Ketua Koordinator Pengawas SMA/SMK Batanghari mengatakan, bahwa dirinya sudah turun langsung ke sekolah ini dan belum bertemu dengan kepala sekolah, sebab kepala sekolah masih di Sarolangun, karena dia ada kegiatan disana.(her)

LEAVE A REPLY