Oknum RSUD Kolonel Abunyani, Bangko Jual Sarung Tangan Bekas Rp 50 Ribu kepada Pasien

0
1089

Merangin, FAKTA.CO – Diduga oknum Rumah Sakit Umum Kol. Abunjani Bangko, mencari perhasilan tambahan kepada keluarga pasien yang menginap dirumah. Anehnya, si oknum mencari penghasilan tambahan tersebut dengan cara-cara yang sangat merugikan pasien.

Oknum RSUD yang seharusnya melayani pasien, ternyata malah memanfaatkan situasi. Si oknum malah menjual sarung tangan bekas pakai pembersih pasien dengan yang diluar kebiasaan yaitu Rp 50 ribu kepada keluarga pasien.

Selain diduga adanya oknum menjual sarung tangan bekas pakai, keluarga pasienpun harus mengeluarkan uang cukup besar hanya untuk membeli odol dan sabun disalah satu ruangan di RSUD, dimana dua barang kebutuhan mandi tersebut dihargai Rp 50 ribu.

Hasil data dilapangan kemarin (8/3) sekitar pukul 24.00 wib (12 Malam), keluarga pasien yang menginap di RSUD Kol. Abunjani Bangko, menunjukkan sarung tangan bekas pakai tersebut kepada media ini.

Ap salah seorang keluarga pasien RSUD Kol. Abunjani Bangko bercerita, awalnya dia bertanya kepada oknum RSUD dimana ada jual sarung tangan pembersih pasien, dari oknum tersebut, AP ditawarkan sarung tangan baru namun harganya Rp 100 ribu, namun kata AP dirinya ditawarkan sarung tangan bekas pakai dengan harga miring.

“Saya nanya ada tidak sarung tangan pembersih pasien, orang itu bilang ada, harga baru Rp 100 ribu, sarung bekas juga ada harganya Rp 50 ribu, karena saya tidak cukup uang dan butuh biaya pengobatan, karena sarung tangan itu dibutuhkan saya beli sarung tangan bekas tersebut,” ujar Ap.

Dikatakan Ap, dirinya tidak hanya membeli sarung tangan bekas pakai, dia juga membeli odol dan sabun untuk mandi. Namun lagi lagi dirinya terkejut dengan harga yang begitu tinggi, dimana dua kebutuhan tersebut ditawarkan harga Rp 50 ribu.

“Saya disana juga beli sabun dan odol, setelah barang itu saya ambil saya diminta membayar dua barang itu seharga Rp 50 ribu. Dari dua kali beli itu saya mengeluarkan uang Rp 100 ribu kepada orang itu,” ceritanya.

Lanjut Ap, dirinya tidak hanya mengeluhkan dengan tingginya harga yang ditawarkan kepada keluarga pasein, namun fasilitas umum seperti wc dan air bersih disamping mushola RSUD tidak memadai.

“Pintu WCnya hanya ditutup pakai papan triplek, itupun ditutup hanya sedikit saja, misalnya kalau kita buang air kecil dan besar kelihatan dari luar. Sementara wc disampingnya ditutup dimana bertuliskan wc buntu, namun kami melihat ada orang yang masuk kesana,” bebernya.

“Untuk mengambil air Wudhu saja kami terpaksa menampung air hujan dan sesekali membeli air mineral,” beber Ap yang tinggal di kecamatan Batang Masumai ini.

Sementara itu, Direktur RSUD Kol. Abunjani Bangko Berman Siragih, saat ditanya ke salah satu pegawai disana mengatakan Diruktur RSUD masih rapat. Berselang beberapa jam kemudian, Berman Siragih saat dihubungi via seluler belum ada tangapan, hanphonenya bernada aktif namun tidak dijawab.(ing)

LEAVE A REPLY