Tiga Terpidana Kasus TIK di Diknas Merangin Buka Suara, Ada Aliran Dana Kesejumlah Pihak

0
472

Merangin, FAKTA.CO – Tiga orang terpidana kasus penyelewengan dana Bantuan Sosial (Bansos) pengadaan alat Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) 2014 di Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin, mulai buka suara terkait aliran dana tersebut ke sejumlah pihak

Ketiga terpidana tersebut adalah Mardios Kasi Bina SD di Dinas Pendidikan Merangin, Muhamad Isa Kepala SD 253 IBRD, dan Joko yang dalam hal ini merupakan pihak ketiga.

Seperti diungkapkan Joko, dirinya mengatakan siap jadi saksi uang yang diterima sejumlah pihak. Seperti Peltu Kadis Dinas Pendidikan, Zubir ikut menikmati uang 50 juta yang diserahkan Dewi kepala SD 282 Merangin.

Selanjutnya, Mantan Kadis dinas pendidikan Sukarni Karim menerima Rp 5 juta. Sedangkan Jamal menerima dari mantan kadis sebesar Rp 15 juta.

“Orang itu, Zubir peltu kepala dinas pendidikan juga menerima uang TIK, sebesar 50 juta Zubir, Sukarni Karim 5 juta, untuk Jamal Rp 15 juta, ” ungkap Joko.

Lanjutnya, hasil itu juga mantan Kadis Sukarni terima sisa dari uang yang di bagi-bagi RP 82 juta (diluar yang Rp50 juta-red) dapat Rp40 juta.

Mardios Kasi Bina SD di Dinas Pendidikan Merangin, dia mengatakan hal yang sama.”Ketiga orang itu masing-masing dapat jatah juga, ” singkat Mardios.

Sedangkan Muhamad Isa meminta ketiga orang yang telah menyicipi dana TIK, itu juga diminta diproses sesuai dengan hukum berlaku.

Sementara sesuai berita acara Jaksa Penuntut Umum(JPU) Kejaksaan Negeri Merangin, Nurhadi dari pihak kontraktor mendapat Rp24,15 juta, Towiyah Rp48,30 juta , Deden Rp 24, 15 juta, dan Heru distributor pengakuan di hadapan hakim mendapat jatah Rp150 juta.

Terpisah, Peltu kadis dinas pendidikan, Zubir saat dikonfirmasi, handphone bernada aktif tapi tidak diangkat, SMS tidak dibalas. (Ing)

LEAVE A REPLY