Hotel Santi, Riwayatmu Kini..

0
865
Hotel Santy, hotel pertama di Muarasabak saat ini tampak tak terurus, padahal di zamannya hotel ini sangat terkenal./foto-net

Muarasabak, FAKTA.CO – Di era 70 hingga 80-an, siapa yang tidak tahu dengan Hotel Santi. Hotel yang berlokasi dekat bantaran sungai Batanghari di Kecamatan Muarasabak Timur itu di bangun sekitar tahun 1970.

Muarasabak adalah tempat singgah atau tempat berniaga pedagang dari berbagai daerah. Pelabuhan Muarasabak kala itu ramai dengan aktivitas perniagaan. Melihat ramainya perdagangan di seputaran pelabuhan tersebut, Hj. Nurhayati membaca peluang bisnis yang cukup menjanjikan.

Maka, dengan keyakinannya, Hj Nurhayati mendirikan hotel untuk para pedagang atau pendatang yang ingin menginap di Muarasabak. Ternyata indra penciuman bisnis Hj Nurhayati terbilang tajam. Mulailah para pedagang dan pendatang berduyun-duyun datang dan menginap di hotel yang berkonstruksi kayu tersebut.

Dengan fasilitas 12 kamar, Hotel Santi selalu penuh dengan tamu-tamunya. Namun, di tahun 1980-an, musibah datang dan terelakkan. Kebakaran hebat di Muarasabak, dan Hotel Santy termasuk salah satu korban dari amukan sijago merah. Separuh hotel tersebut ikut terbakar.

Setelah musibah kebakaran itu, perlahan pemilik hotel kembali membangun dan memperbaiki bangunan hotel yang terbakar. Dan, di era 90-an kala Kabupaten Tanjung Jabung di mekarkan menjadi 2 kabupaten. Yaitu kabupaten Tanjab Barat yang beribukota Kualatungkal dan Tanjabtim beribukota Muarasabak, Hotel Santi mendapat imbas. Imbas baik tentunya. Puluhan tamu dari luar banyak yang menginap di hotel tersebut. Baik dari pihak pemerintahan yang baru di bentuk atau pun pendatang yang ada urusan di Muarasabak.

Beranjak di tahun 2000-an, kala ibukota kabupaten mulai di pindahkan di Bukit Benderang, persisnya di Muarasabak Barat, pelan-pelan Hotel Santi mulai berkurang tamu yang menginap. Hingga saat ini, hanya ada satu dua saja tamu yang menginap di sana.

Entah karena tidak diurus atau bagaimana, hotel yang menjadi saksi bisu pesatnya pertumbuhan Tanjungjabung Timur ini mulai di tinggal pelanggannya. Terlihat saat ini kondisi hotel tersebut tampak terlihat tak terawat. Mungkin jika hotel itu kembali di bangun dengan desain yang sedikit modern tanpa meninggal icon-nya sebagai hotel pertama di Muarasabak, tamu-tamu ataupun pedagang dari luar daerah akan menginap di sana. Dan,bisa jadi banyak juga orang yang pernah menginap di hotel itu dulu, ingin bernostalgia saat pertama kali menginap di hotel Santi.(ono)

LEAVE A REPLY